Ada Yang Galau Dengan Survei Golkar

  • Whatsapp
Dedi Muslim (foto - Istimewa)

60DTK-GORONTALO – Ibarat main bola, sudah tidak mampu mengimbangi kekuatan lawan pasti mainnya sudah kasar. Emosi bahkan bermain tak terkendali lagi. Ini gambaran singkat kondisi politik Gorontalo akhir-akhir ini.

Munculnya survei Golkar diduga pemicu tensi permainan makin kasar, bahkan tak lagi memedulikan “kartu merah”. Sekelompok orang membabi buta menyerang tokoh Golkar, diduga hanya untuk meredupkan survei tersebut.

Bacaan Lainnya

Lebih parah lagi, yang agresif ini adalah pemain andalan Jokowi – Ma’aruf di Gorontalo. Inilah bukti tulisan yang dirilis Hulondalo.id sebelumnya bahwa, partai koalisi Jokowi – Ma’aruf tidak fokus pada pemenangan, bahkan diduga ada penghianat.

“Golkar terbiasa dengan badai. Di bawah kepemimpinan pak Rusli Habibie, Golkar Gorontalo banyak cobaan. Tapi Alhamdulillah dari persentase secara nasional, Golkar Gorontalo menempati urutan pertama keterpilihan rakyat, dan merata diberbagai kelompok umur dan segala bidang pekerjaan,” ungkap kader muda Partai Golkar, Dedi
Muslim.

Dedi menjelaskan, secara persentase perolehan survei Golkar yang dirilis Celebes Research Center (CRC) baru-baru ini, elektabilitas partai Golkar 47,9 persen, Gerindra 10,8 persen, Nasdem 10,3 persen, PPP 9,7 persen dan PDI-P 4,9 persen, serta Demokrat dan PAN 3,1 persen dan 3,0 persen.

Baca Juga : Survei CRC, Elnino Lampaui Rachmat Gobel83

CRC juga merilis keterpilihan caleg DPR-RI. Idah Syahidah teratas yakni 22,6 persen, Roem Kono 13,7 persen, Elnino 9,3 persen, Rachmat Gobel 9,1 persen, Hana Hasana Fadel 8,7 persen, Gusnar Ismain dan Zainudin Hasan 2,2 dan 1,7 persen.

Tak hanya itu, CRC juga merilis sebaran pemilih partai di Kabupaten/Kota. Disini terungkap partai Golkar tak terbendung lagi, bahkan mempermalukan partai penguasa. Seperti di Bone Bolango, Nasdem dipermalukan dengan hanya beroleh 12,4 persen sementara Golkar 51,5 persen.

Begitu juga di Kabupaten Boalemo, PDI-P di sana hanya meraih keterpilihan rakyat sebesar 8,2 persen, sementara Partai Golkar 58,2 persen dengan 820 responden simulasi kartu bantu yang mirip surat suara yang ada di KPU. (rls)

Sumber: Hulondalo.id

Pos terkait