60DTK.COM – Pelaksanaan Bazar Ramadan 2026 oleh Bank Indonesia bersama Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Gorontalo membuka akses pasar baru bagi pelaku UMKM.
Hal ini terungkap saat Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail membuka Bazar Ramadan di Gedung Galeri UMKM Olaku, Senin (23/02/2026).
“Kegiatan ini tidak hanya bagian dari syiar Ramadan, tetapi juga sebagai instrumen nyata dalam memperkuat ekonomi dan keuangan syariah, mendorong konsumsi produk halal lokal dan memperluas akses pasar bagi pelaku UMKM di Provinsi Gorontalo,” ujar Gusnar.
Menurut Gusnar, UMKM merupakan pilar utama ekonomi daerah sekaligus menjadi bagian dari visi misi periode kepemimpinannya.
Sehingga, Ia terus mendorong penerapan sistem manajemen UMKM yang terstruktur dan berjenjang.
Penerapan ini mulai dari level dasar yakni melalui penguatan legalitas, pencatatan keuangan secara sederhana, literasi digital serta pembinaan kewirausahaan pemula.
Kemudian lanjut ke level menengah melalui peningkatan kualitas produk, penaikan desain kemasan, fasilitasi akses pembiayaan dan peluasan pemasaran termasuk marketplace.
Setelah tingkatan itu, kemudian masuk ke level lanjutan melalui digitalisasi bisnis, integrasi dalam rantai pasokan industri, sertifikasi mutu dan halal serta orientasi ekspor.
“Secara berjejang, pelaku usaha ini kita bantu permodalan mereka dan dimonitor. Dari situ kita pilah mana yang bisa kita naikkan kelasnya dan kita tambahkan modalnya lalu kita amati terus, hingga pada suatu saat bisa menggunakan lembaga-lembaga keuangan,” ungkap Gusnar.
Juni mendatang, Gusnar berharap para UMKM di Gorontalo agar segera bersiap dalam mengembangkan usahanya.
Hal ini berkaitan dengan Gorontalo sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan Ke – 17 yang diproyeksikan dihadiri 33 ribu peserta yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo.
“Mari kita gunakan event nasional ini untuk pengembangan ekonomi kecil dan menengah di Gorontalo sekaligus ekonomi kreatif. Saya harapkan UMKM bisa terlibat, sekarang panitianya sudah membuka pintu, saya sampaikan segera hubungi UMKM untuk daftar dan kita sama-sama berdiskusi agar mereka bisa berjualan,” imbuh Gusnar.
Bazar Ramadan 2026 ini serangkaikan dengan penyerahan dokumen business matching bagi beberapa perwakilan UMKM. Acara berlanjut dengan buka puasa bersama dan sholat Maghrib berjamaah. (adv)






