60DTK, Lampung : Tokoh senior HIPMI Gorontalo, Dedi Musli, memberikan apresiasi tinggi kepada BPD HIPMI Gorontalo yang dinilainya tetap mampu mempertahankan karakter, integritas, dan soliditas organisasi di tengah dinamika serta tekanan politik yang mewarnai Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI di Lampung.
Menurut Dedi, selama hampir 28 tahun berkiprah dalam berbagai organisasi, terdapat tiga pilar utama yang wajib dimiliki setiap organisasi agar tetap sehat dan mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan.
“Pertama karakter, kedua integritas, dan ketiga soliditas. Jika sebuah organisasi kehilangan tiga elemen utama ini, maka sangat berbahaya karena dapat memicu disfungsi internal, hilangnya kepercayaan publik, hingga keruntuhan budaya kerja organisasi,” ujar Dedi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (11/6/2026) malam.
Ia menilai ketiga pilar tersebut semakin sulit ditemukan di berbagai organisasi saat ini, termasuk dalam organisasi besar seperti HIPMI yang baru saja menyelenggarakan Munas XVIII di Lampung.
Dari pengamatannya selama pelaksanaan Munas yang berlangsung pada 10–11 Juni 2026 di Hotel Novotel Lampung, Dedi melihat tidak sedikit organisasi daerah yang dinilainya mulai kehilangan karakter, integritas, dan soliditas akibat berbagai dinamika yang terjadi di arena munas.
Namun, penilaian berbeda ia berikan kepada BPD HIPMI Gorontalo.
“Sebagai orang yang sudah lama berorganisasi, saya tahu betul bagaimana suasana munas yang berjalan normal maupun yang berada di bawah tekanan. Pada Munas kali ini, tekanan politik sangat terasa. Tetapi saya mengapresiasi keteguhan adik-adik di HIPMI Gorontalo yang tetap konsisten dengan sikap dan komitmen mereka, meskipun mengetahui posisi mereka tidak mudah. Mereka mungkin kalah dalam kontestasi, tetapi kalah dengan bermartabat,” ungkapnya.
Dedi menegaskan bahwa perjuangan dalam organisasi bukan semata-mata soal nilai tawaran ataupun keuntungan yang diperoleh, melainkan tentang menjaga moral dan kepercayaan.
“Kepercayaan itu jauh lebih mahal daripada apa pun. Ketika kita mampu menjaga karakter, moral, integritas, dan soliditas organisasi, maka sesungguhnya kita adalah pemenang. Nilai-nilai itu tidak bisa dihitung, apalagi dibeli,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dedi menilai keteguhan sikap tersebut tidak terlepas dari kepemimpinan Ketua BPD HIPMI Gorontalo, Rusli Anwar Achmad, yang dinilai berhasil menjaga komitmen organisasi terhadap kepercayaan yang telah diberikan.
Menurutnya, organisasi yang kehilangan prinsip dasar akan mudah terombang-ambing oleh tekanan dan kepentingan sesaat sehingga kehilangan arah perjuangan.
“Jika sebuah organisasi rapuh, maka akan mudah berubah arah hanya karena tren atau tekanan. Akibatnya, visi organisasi menjadi dangkal dan hanya berorientasi pada keuntungan jangka pendek. Saya bersyukur HIPMI Gorontalo tidak seperti itu. Mereka tetap berdiri tegak dengan karakter, integritas, dan soliditas yang kuat,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Dedi kembali menyoroti kuatnya solidaritas yang ditunjukkan seluruh jajaran HIPMI Gorontalo selama pelaksanaan Munas XVIII.
“Kalau ingin belajar tentang soliditas organisasi, datanglah ke HIPMI Gorontalo. Mereka menunjukkan semangat pantang menyerah hingga seluruh proses selesai. Tanpa soliditas, organisasi akan mengalami fragmentasi, ego sektoral, dan produktivitas yang stagnan. Karena itu saya bangga kepada adik-adik di HIPMI Gorontalo yang tetap menjaga karakter, integritas, dan soliditas organisasi di tengah berbagai tekanan yang ada,” pungkasnya.
