60DTK.COM – Provinsi Gorontalo mencatatkan capaian positif dalam pembangunan inovasi daerah.
Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 400.10.11-6097 Tahun 2025, hasil Indeks Inovasi Daerah (IID) Gorontalo resmi masuk dalam kategori daerah inovatif, setelah tahun 2024 berada di kategori kurang inovatif.
Peningkatan status tersebut tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah daerah dalam mengirimkan 19 inovasi daerah pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025 pada laman: https://indeks.inovasi.bskdn.kemendaqri.qo.id/
Inovasi-inovasi tersebut berasal dari berbagai perangkat daerah dan mencakup peningkatan layanan publik, tata kelola pemerintahan, serta solusi terhadap permasalahan daerah.
Inovasi yang mencapai nilai kematangan diatas angka 100 diantaranya Cegah Stunting Bersama Besti (Bele Mo’osehati), Sistem Penilaian Kelayakan Penerima Jamkesta Provinsi Gorontalo Berbasis Data Regsosek (SPIKER UHC), CERDAS Gizi – Cegah Resiko dengan Data dan Skrining Gizi Anak, serta OPTALA (Optimalisasi Tata Kelola e-PPGBM) oleh Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Adapula Brigadir Mobile yang bersinergi, mandiri, dan kolaboratif (BRIMOB SIMAKO) oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, dan SAHABAT ON-SIGHT (SAtu HAri Beres Angkutan Tertib kONfirmasi verifikaSI lanGsung Hasil cepaT) oleh Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, serta Klinik Kepegawaian, Strategi Peningkatan Nilai Indeks Profesionalitas ASN (IP-ASN) oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Gorontalo.
Sejalan dengan hal ini, Gubernur Gorontalo mengatakan capaian ini merupakan hasil konsistensi pemerintah daerah dalam membangun ekosistem inovasi.
Gusnar menegaskan, seluruh inovasi yang diajukan diarahkan agar memberikan dampak nyata dan juga menekankan pentingnya keberlanjutan inovasi.
“Masuknya Provinsi Gorontalo dalam kategori daerah inovatif pada Indeks Inovasi Daerah 2025 menunjukkan bahwa inovasi telah menjadi bagian dari cara kerja pemerintah daerah. Ini bukan semata capaian angka, tetapi upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat,” jelas Gusnar, Rabu (18/02/2025).
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata dalam pengembangan inovasi di daerah, Gusnar Ismail juga telah menyerahkan hadiah voucher umroh kepada Erni Nuraini Mansur dari Dinas Kesehatan sebagai inovator terbaik daerah.
Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat ASN lainnya, untuk terus menghadirkan inovasi yang berdampak, berkelanjutan dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (adv)
