Ini Beberapa Masalah yang Disoroti dalam Rapat LKPJ Wali Kota Gorontalo

  • Whatsapp
Suasana rapat perdana pembahasan LKPJ Wali Kota Gorontalo yang berlangsung di Aula I Kantor DPRD Kota Gorontalo, Selasa (10/05/2022). (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kota Gorontalo – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kota Gorontalo menyoroti beberapa masalah yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Gorontalo pada rapat pembahasan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Gorontalo, Selasa (10/05/2022).

Salah satu masalah yang paling jadi perhatian Pansus LKPJ yakni pembangunan infrastruktur seperti pekerjaan Pusat Kuliner Kalimadu, peningkatan Jalan Nani Wartabone (eks Jalan Pandjaitan), serta pembuatan saluran air di sejumlah titik.

“Menurut kami itu tidak berjalan sebagaimana ketentuan yang berlaku. Sudah terjadi keterlambatan dan deviasi yang besar,” beber Ketua Pansus, Darmawan Duming.

Untuk itu, kata Darmawan, Pansus LKPJ meminta pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melalui dinas terkait agar menyeriusi masalah ini.

Menurutnya, langkah pertama yang bisa dilakukan pemerintah adalah mencari solusi terbaik dengan pihak ketiga.

“Kalau memang tidak bisa memenuhi persyaratan lagi, kita minta diputus kontrak. Pak Kadis PUPR juga sudah menyampaikan segera melakukan rapat PCM kedua, dan jika nanti hasilnya tidak ditindaklanjuti dalam dua minggu, maka mereka akan memutus kontrak,” ujarnya.

Selain pembangunan infrastruktur, pansus LKPJ juga menilai masalah sampah di Kota Gorontalo sepanjang 2021 belum bisa ditangani dengan lebih maksimal. Padahal, hal itu sudah sangat sering diingatkan oleh DPRD Kota Gorontalo.

“Sampah di Kota Gorontalo sangat luar biasa banyaknya, tapi kami melihat pengangkutan belum maksimal. Oleh karena itu, kami meminta melalui Pak Sekda agar ini bisa ada solusi,” tuturnya.

Masalah lain yang ikut disorot yaitu masalah pedagang liar. Menurutnya, hampir di setiap sudut wilayah Kota Gorontalo pasti terdapat pedagang-pedagang yang bejualan, padahal tempat mereka itu bukan seharusnya jadi lokasi lapak.

“Kami berharap mereka ini ditertibkan kembali dalam artian mereka didorong agar berjualan di pasar-pasar tradisional atau tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah,” pungkasnya.

Sebagai informasi, rapat pembahasan LKPJ Wali Kota Gorontalo pada hari ini masih belum tuntas. Rencananya rapat lanjutan akan dilaksanakan pada pekan depan, tepatnya 17 Mei 2022. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait