60DTK, Gorontalo : Ketua Asosiasi Penambang Rakyat Indonesia (APRI) Provinsi Gorontalo, Igrifan Hasan, angkat bicara terkait maraknya pemberitaan rencana aksi massa pasca Lebaran yang dikaitkan dengan tuntutan penambang rakyat kepada Gubernur Gorontalo.
Igrifan menilai, rencana aksi tersebut perlu disikapi secara kritis. Pasalnya, ia menduga gerakan itu tidak sepenuhnya lahir dari aspirasi murni para penambang, melainkan ada pihak-pihak tertentu yang mencoba mendesain situasi agar menjadi tidak kondusif.
“Saya ini Ketua APRI, saya juga penambang. Saya paham betul kondisi di lapangan. Ironisnya, ada oknum yang mengatasnamakan penambang, bahkan mencatut nama-nama dalam berbagai flyer. Tindakan itu saya kecam,” tegasnya.
Menurutnya, klaim sepihak dari sejumlah pihak yang mengaku mewakili penambang justru berpotensi memperkeruh keadaan dan merusak citra pemerintah di mata publik. Ia menilai cara-cara tersebut bukan bentuk perjuangan yang sehat, melainkan upaya provokatif yang berisiko menimbulkan dampak sosial lebih luas.
“Yang parah, ada oknum aktivis membawa nama-nama penambang. Ini cara-cara yang tidak benar. Penambang jangan dijadikan alat kepentingan pihak tertentu,” lanjutnya.
Igrifan juga mengimbau seluruh penambang rakyat di Gorontalo agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh ajakan yang belum tentu mencerminkan kepentingan bersama.
“Saya ingatkan, jangan menggiring opini yang tidak objektif. Jika saya temukan, saya akan turun langsung. Ini menyangkut nama baik penambang,” ujarnya.
Ia menegaskan, penyelesaian persoalan di sektor pertambangan rakyat seharusnya ditempuh melalui komunikasi dan dialog konstruktif dengan pemerintah, bukan dengan mobilisasi massa yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Kami berharap semua pihak menahan diri. Jika ada persoalan, sampaikan melalui jalur yang tepat. Jangan sampai Gubernur dijadikan kambing hitam, padahal semua pihak berwenang harus dilihat secara objektif. Apalagi, Gubernur saat ini juga tengah memperjuangkan IPR,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Igrifan meminta aparat penegak hukum untuk menelusuri dan menindak tegas pihak-pihak yang diduga berada di balik upaya provokasi tersebut.
“Saya minta Polda Gorontalo menindak oknum di belakang layar yang memprovokasi penambang. Jika dibiarkan, ini bisa mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas),” pungkasnya.
