Pemkot Gorontalo Sosialisasikan Undang-Undang Cipta Kerja

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat menjelaskan pentingnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau omnibus law untuk kemajuan perekonomian daerah, yang dilaksanakan di Balai Riung Hotel Grand Q, Senin (22/11/2021). (Foto: Istimewa)

60DTK, Kota Gorontalo – Perubahan global yang semakin mendunia mendorong pemerintah Indonesia untuk melahirkan sebuah regulasi yang bertujuan untuk tercapainya pertumbuhan ekonomi, yakni Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau omnibus law.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengatakan, adanya regulasi ini dikarenakan pemerintah melihat sejumlah tantangan dan peluang ketenagakerjaan yang ada saat ini, di antaranya pertumbuhan ekonomi yang masih relatif rendah dan tingginya angka pengangguran, yang membutuhkan pembangunan SDM yang berkualitas.

Bacaan Lainnya
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat menjelaskan pentingnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atau omnibus law untuk kemajuan perekonomian daerah, yang dilaksanakan di Balai Riung Hotel Grand Q, Senin (22/11/2021). (Foto: Istimewa)

“Undang-Undang Cipta Kerja merupakan salah satu bentuk ikhtiar pemerintah untuk mewujudkan visi Indonesia menjadi negara yang berdaulat, maju, adil dan makmur,” ungkap Marten saat membuka kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang cipta kerja, di Balai Riung Hotel Grand Q, Senin (22/11/2021).

“Sehingga diharapkan mampu menciptakan kesempatan kerja, kelangsungan bekerja, peningkatan perlindungan dan kesejahteraan pekerja, serta kelangsungan usaha yang berkesinambungan bagi para pelaku usaha,” sambungnya.

Marten juga menambahkan, saat ini sangat diperlukan juga peningkatan daya saing investasi melalui kemudahan berusaha. Penataan regulasi yang masih tumpang tindih regulasi yang berantakan, dapat memengaruhi kesempatan dalam menangkap peluang investasi untuk penciptaan lapangan pekerjaan dan pengembangan UMKM.

Sehingganya dengan adanya regulasi perkembangan ekonomi digital dan perkembangan teknologi yang mengubah landscape bisnis ke depan, dapat memengaruhi peta kebutuhan tenaga kerja dan perubahan pola hubungan kerja yang semakin dinamis.

“Undang-Undang Cipta Kerja, khususnya klaster ketenagakerjaan diharapkan dapat memperbaiki pertumbuhan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja yang baru bagi para pencari kerja serta para pengangguran dan akan mempermudah masyarakat khususnya usaha mikro kecil untuk membuka usaha baru,” pungkasnya. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Pos terkait