60DTK, Kupang : PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kolaborasi dengan petani, pemerintah daerah, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam kegiatan Temu Tani Ketahanan Pangan Program Agrosolution Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), belum lama ini.
Dalam kegiatan tersebut, hadir Dewan Komisaris Pupuk Kaltim, Gustaaf AC Patty dan Sukardi Rinakit. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata keseriusan perusahaan dalam mendorong pengembangan pertanian di wilayah lahan kering seperti Kabupaten Kupang, yang dinilai memiliki potensi besar sebagai penopang ketahanan pangan di kawasan timur Indonesia.
Gustaaf AC Patty menjelaskan bahwa temu tani menjadi wadah strategis untuk membangun dialog konstruktif antara Pupuk Kaltim dan para pemangku kepentingan. Melalui forum ini, berbagai tantangan dan peluang pengembangan sektor pertanian berkelanjutan dapat dibahas berdasarkan kondisi riil yang dihadapi petani di lapangan.
Menurutnya, Kabupaten Kupang memiliki potensi besar di sektor pertanian, khususnya dalam produksi padi dan komoditas unggulan lainnya yang berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan. Oleh karena itu, diperlukan sistem pertanian yang tangguh, efisien, dan adaptif melalui sinergi multipihak.
“Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto bahwa kedaulatan pangan merupakan keharusan. Semangat tersebut menjadi landasan penting bagi Pupuk Kaltim dalam menjalankan program Agrosolution,” ujar Gustaaf.
Program Agrosolution sendiri merupakan inisiatif strategis Pupuk Kaltim yang menghadirkan solusi pertanian terintegrasi dan berkelanjutan. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan pupuk, tetapi juga mencakup edukasi budidaya, pemupukan berimbang, pendampingan teknis, hingga peningkatan produktivitas dan efisiensi usaha tani.
Melalui pendekatan tersebut, petani tidak hanya mendapatkan akses terhadap sarana produksi, tetapi juga pemahaman yang tepat dalam mengelola pertanian secara berkelanjutan tanpa merusak kesuburan tanah.
Sementara itu, Sukardi Rinakit menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan agenda nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, termasuk industri pupuk sebagai penyedia input utama dalam sektor pertanian.
Ia menilai keberhasilan pembangunan pertanian tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus melalui sinergi yang kuat antara berbagai pihak.
“Melalui Agrosolution, Kabupaten Kupang memiliki peluang besar menjadi contoh keberhasilan pengembangan pertanian di wilayah lahan kering, sekaligus berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional,” ungkap Sukardi.
Ia juga menambahkan bahwa tantangan ke depan bukan hanya menjaga produktivitas tetap tinggi, tetapi juga memastikan kesuburan tanah tetap terjaga.
Sejalan dengan transformasi pertanian modern, Agrosolution hadir untuk mendorong efisiensi penggunaan input, peningkatan hasil panen, serta pelestarian sumber daya lahan. Program ini terbukti mampu meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan dibandingkan metode konvensional.
Salah satu contohnya terlihat di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, di mana produktivitas jagung meningkat dari rata-rata 2,5 ton per hektare menjadi 6 ton per hektare atau naik sekitar 140 persen.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Pupuk Kaltim juga menyalurkan bantuan 500 kilogram pupuk urea kepada kelompok tani di Kabupaten Kupang.
Produk urea granul yang disalurkan dikenal memiliki kualitas tinggi dengan kandungan nitrogen optimal serta mudah diaplikasikan. Bentuk butiran yang seragam membuat pupuk tidak mudah menggumpal dan memiliki daya sebar yang baik, sehingga distribusi unsur hara menjadi lebih merata.
Dengan karakteristik tersebut, tanaman dapat menyerap nitrogen secara lebih efisien sesuai fase pertumbuhan.
Namun demikian, Sukardi menegaskan bahwa penggunaan pupuk harus diiringi dengan pola pemupukan yang tepat.
“Produk yang baik harus didukung dengan pemahaman yang benar. Di sinilah Agrosolution berperan melalui edukasi pemupukan berimbang,” pungkasnya.
