Siswa SD di Bone Bolango Buat Meja dan Kursi Dari Sampah Plastik

0

60DTK – Bone Bolango : Moh. Alfin Koniyo siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Suwawa membuat kursi dan meja dari sampah plastik. Plastik yang digunakan itu diambil dari lingkungan sekolahnya. Ditanganna, sampah plastik tersebut menjadi barang yang bermanfaat. Dalam membuat dua buah kursi dan sebuah meja dari botol plastik, Alfin hanya membutuhkan waktu selama dua hari.

”Botol-botol plastik tersebut sebelum jadi kursi dan meja, itu saya rangkai membentuk sebuah balok dan kemudian direkatkan dengan menggunakan lakban bening,” Terang Alfin.

Tujuan Alfin membuat kreasi kursi plastik dari sampah air mineral ini agar dapat menghasilkan barang yang berguna dan memiliki nilai estetik dan ekonomis dengan memanfaatkan barang yang mudah di temukan.

” Sampah adalah barang yang berguna jika kita bias memanfaatkannya,”Lanjut Alfin.

Dalam agenda meninjau stand pameran dan lomba kreatifitas daur ulang sampah yang diadakan di Lapangan Oginawa Kecamatan Suwawa, Sabtu (15/9/2018) malam, Bupati Bone Bolango Hamim Pou mengaku salut dengan hasil karya dari pemanfaatan limbah-limbah plastik itu.

Ia mengungkapkan, pemanfaatan limbah palstik ini bagus sekali, selain bernilai ekonomi tinggi, juga mengurangi pemanasan global dan bias menghemat lewat efisiensi penggunaan bahan-bahan plastik yang bias digunakan untuk hal lain.

”jadi tidak selalu plastik itu menjadi limbah, justru bisa bernilai ekonomi tinggi dan bermafaat digunakan untuk hal-hal lain baik di rumah tangga sendiri maupun di lingkungan sekitar,” kata Hamim Pou

Hamim Pou juga berharap kepada siswa SD yang telah menghasilkan karya kreasi kursi dan meja dari bahan bekas botol plastik air mineral agar terus dilatih,

”Luar biasa semangat dia mencintai dan perduli terhadap sampah-sampah dari plastik serta memanfaatkannya untuk meningkatkan kehijauan, menurangi limbah dan juga mendatangkan nilai ekonomi untuk siswa tersebut,”Urainya.

Paling penting adalah kesadaran untuk memanfaatkan plastik seserampangan, tidak sembarangan.

”Tapi bagaimana keberadaan plastik yang bisa digunakan berulang-ulang dan juga digunakan untuk kepentingan-kepentingan yang lain,”tegas Bupati Hamim Pou

Permasalahan sampah sampai hari ini masih belum di temukan solusi yang tepat untuk hamper di seluruh daerah yang ada di Indonesia. Gorontalo menjadi salah satu daerah yang bisa dibilang belum bebas dari persoalan sampah. Sampah plastik adalah hal yang sangat sulit untuk diatasi, pasalnya sampah yang satu ini butuh perlakuan khusus. Dampak yang buruk dari sampah plastik adalah diantaranya asapnya bisa mengakibatkan menipisnya lapisan ozon serta tidak dapat di uraikan oleh bakteri jika dikubur.(rls/lp)

Tinggalkan Balasan