Akibat Ledakan Tabung Gas, Salah Satu Rumah Warga di Wumialo Dilahap Api

  • Whatsapp
Kondisi rumah warga di Jalan Jeruk, Kelurahan Wumialo, Kota Gorontalo setelah dilahap si jago merah, Sabtu (12/04/2019). (Foto - Effendi 60dtk.com)

60DTK-GORONTALO – Kebakaran kembali terjadi. Kali ini menimpa salah satu rumah warga yang ada di Jalan Jeruk, Kelurahan Wumialo, Kota Gorontalo, Sabtu (12/04/2019) sore tadi.

Tak butuh waktu lama, si jago merah menjalar ke seluruh bagian atap rumah dan melahap apapun yang dilewatinya. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 15.45 WITA ini diduga berasal dari ledakan tabung gas di rumah tersebut.

Bacaan Lainnya

Liong, pemilik rumah mengaku, Ia tak tahu pasti kronologi kejadian kebakaran tersebut seperti apa, karena saat kebakaran terjadi, dirinya sedang tidak berada di rumah.

Baca juga : Kebakaran Di Bongoime Habiskan Setengah Hektar Perkebunan Sagu

“Saya tidak begitu tahu. Saat kejadian, hanya istri saya yang ada di rumah,” terangnya kepada awak media dan kepolisian.

Meski begitu, Liong menjelaskan bahwa berdasarkan informasi terakhir yang Ia dapat dari istrinya, kejadian bermula saat istrinya mendengar letusan tabung gas yang berasal dari dapur.

“Kata istri saya, dia kaget saat mendengar letusan tabung gas di bagian dapur. Lalu saat istri saya mengecek, Ia melihat api sudah membesar dan menjalar ke bagian dinding dan atap rumah,” jelasnya dengan ekspresi panik.

Hngga saat ini, dua buah pemadam kebakaran (Damkar) yang merupakan Damkar Kota Gorontalo dan Damkar Provinsi Gorontalo masih terus melakukan pemadaman api.

Pemilik rumah pun tak bisa lagi berbuat apa-apa selain melihat peristiwa yang terjadi. Sedikitnya, beberapa barang berharga masih sempat diselamatkan oleh warga sekitar.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait peristiwa kebakaran ini

Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini, selain istri pemilik rumah yang segera dilarikan ke Rumah Sakit terdekat karena shock akan kejadian yang tiba – tiba itu. Meski begitu, kerugian diperkirakan mencapai belasan juta rupiah.

 

Pewarta : Moh. Effendi
Editor : Nikhen Mokoginta

Pos terkait