Anak Muda di Bone Bolango Sukses Bagikan 1.015 Porsi Milu Siram di Perayaan Ketupat

Anak Muda di Bone Bolango Sukses Bagikan 1.015 Porsi Milu Siram di Perayaan Ketupat
Bupati Bone Bolango, Ismet Mile saat menghadiri gebyar Ketupat Nusantara, Sabtu (28/03/2026). Foto: KOMINFO

60DTK.COM – Sejumlah anak muda yang tergabung dalam Kelompok Masyarakat Pemuda Kreatif Perbatasan (KOMPAK PERPAT) Kabila sukses bagikan 1.015 porsi milu siram pada perayaan hari ketupat.

Turut hadir dalam gebyar ketupat itu Bupati Bone Bolango, Ismet Mile, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kyai, serta Ketua Umum Kompak Perpat Kabila, Suleman Adadau, serta ribuan masyarakat, Sabtu (28/03/2026).

Ismet Mile dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada panitia gebyar ketupat Nusantara yang telah menyukseskan kegiatan ini.

“Judulnya sangat keren, Gebyar Ketupat Nusantara. Ini artinya Bone Bolango menjadi pusat titik temu berbagai latar belakang, dari Aceh sampai Papua. Saya sangat bangga dengan kreativitas anak muda di sini,” ucapnya.

Ismet pun berpesan agar semangat kebersamaan ini terus dijaga, mengingat festival ini menjadi titik temu bagi warga dari berbagai latar belakang, baik lokal maupun pendatang dari luar daerah.

Sementara itu, Ketua Umum Kompak Perpat Kabila, Suleman Adadau mengatakan bahwa pihaknya telah konsisten melaksanakan kegiatan seperti ini selama 15 tahun.

“Alhamdulillah, tahun ini kami didukung penuh melalui dana Pokok Pikiran (Pokir) Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, bapak Samsir Djafar Kiayi. Sepanjang lorong Perpat ini telah berdiri kurang lebih 30 tenda jamuan yang disiapkan masyarakat untuk menyambut tamu dari mana saja,” kata Suleman.

Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Syamsir Djafar Kyai, berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi warga Pauwo-Tumbihe. Ia melihat potensi besar dalam pelestarian tradisi yang diwariskan turun-temurun di wilayah tersebut.

“Ini bukan sekadar keramaian, tapi upaya merawat tradisi turun-temurun. Kami ingin memastikan nilai budaya di Kelurahan Pauwo dan Tumbihe tetap hidup dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat,” imbuhnya. (adv)

Pos terkait