60DTK.COM – Pemerintah Kota Gorontalo meraih penghargaan terbaik kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan pada ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II yang digelar Kementerian Dalam Negeri di Makassar.
Penghargaan tersebut diberikan Kemendagri atas capaian Pemkot Gorontalo dalam meningkatkan akses dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat.
Wali Kota Gorontalo melalui Juru Bicaranya, Jeffry Rumampuk mengatakan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus mendorong layanan kesehatan.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan, tetapi yang paling penting adalah bagaimana capaian ini menjadi motivasi untuk terus memperbaiki dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” kata Jeffry.
Ia menjelaskan penilaian Kemendagri mencakup sejumlah aspek yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari kemudahan akses pelayanan kesehatan, kepesertaan JKN, sanitasi, kesiapan fasilitas kesehatan, pemeriksaan kesehatan gratis hingga inovasi pelayanan.
Berdasarkan dokumen penilaian, akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan di Kota Gorontalo relatif mudah. Sebanyak 10 Puskesmas dan rumah sakit dapat dijangkau dengan waktu tempuh sekitar 20 menit dari tempat tinggal.
Pelayanan di Puskesmas terus diarahkan melalui pendekatan klaster agar lebih terintegrasi dan komprehensif.
“Pelayanan di Puskesmas juga terus diarahkan melalui pendekatan klaster agar pelayanan menjadi lebih terintegrasi dan komprehensif, mulai dari pelayanan kesehatan ibu dan anak, usia produktif dan lansia, penanganan penyakit menular, kesehatan lingkungan hingga pelayanan lintas klaster seperti UGD, poli gigi, laboratorium dan farmasi,” jelasnya.
Dari sisi kepesertaan JKN, Kota Gorontalo tercatat mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98 persen. Pemerintah kota juga telah memberikan jaminan kesehatan bagi kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas, warga lanjut usia dan masyarakat terlantar.
“Prinsipnya, pelayanan kesehatan harus bisa diakses masyarakat. Pemerintah hadir memastikan kelompok masyarakat yang membutuhkan tidak tertinggal dalam mendapatkan pelayanan,” ujarnya.
Capaian sanitasi juga menjadi bagian penilaian. Dari 50 kelurahan, rata-rata capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) tercatat 98,7 persen. Sementara 97,41 persen dari 39.532 rumah telah memenuhi syarat sebagai rumah sehat.
Untuk fasilitas kesehatan, seluruh Puskesmas dan RSUD di Kota Gorontalo telah terakreditasi Paripurna. Pemenuhan pelayanan dasar kesehatan juga mencapai target 100 persen untuk 12 jenis pelayanan dasar.
“Kota Gorontalo juga dinilai dari pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis. Dalam dokumen penilaian disebutkan capaian CKG Kota Gorontalo telah berada di atas 50 persen,” bebernya.
Ia menegaskan capaian tersebut bukan akhir dari pekerjaan di bidang kesehatan. Pemenuhan alat kesehatan di Puskesmas masih menjadi pekerjaan yang harus diperkuat.
“Penghargaan ini tentu bukan garis akhir, dan jstru menjadi pengingat bahwa masih ada pekerjaan yang harus kami tuntaskan. Pemerintah Kota akan terus melihat apa yang masih kurang, kemudian memperbaikinya secara bertahap,” tambahnya. (adv)






