Bahas Masalah Sampah, DPRD Kota Gorontalo Beri Solusi ke Eksekutif

60DTK, Kota Gorontalo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Gorontalo menggelar rapat bersama eksekutif, terkait evaluasi masalah sampah di Kota Gorontalo, berlangsung di Aula Kantor DPRD, Senin (8/2/2021).

Dipimpin langsung Ketua DPRD, Hardi Sidiki, pihak dewan meminta agar persoalan ini harus segera diselesaikan.

“DPRD Kota Gorontalo meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup, agar permasalahan sampah ini diatasi dengan baik. Serta diharapkan adanya sosialisasi pada masyarakat untuk memilah sampah, seusai dengan kriteria nya,” kata Hardi.

DPRD Kota Gorontalo Bersama Dinas Terkait, Saat Menggelar Rapat kerja Evaluasi Mengenai Masalah Sampah
DPRD Kota Gorontalo Bersama Dinas Terkait, Saat Menggelar Rapat kerja Evaluasi Mengenai Masalah Sampah. (Foto: Hendra 60DTK)

DPRD memberikan solusi, agar persoalan ini bisa segera teratasi. Yakni dengan memaksimalkan Bank sampah yang berada di setiap kelurahan, melalui gerakan Jumat Pagi Bersih yang sudah jarang dilaksanakan.

“Memaksimalkan Bank sampah di setiap kelurahan yang pernah digagas lingkungan hidup dan kembali menggerakkan Jumat pagi bersih, yang dikenal dengan Jumpa Berlian,” tegasnya.

Baca Juga: DPRD Kota Gorontalo Dukung dan Siap Kawal Rencana Pembangunan Kota Baru

Sementara itu, Junaidi K Demak Kepala Dinas Perindustrian dan perdagangan Kota Gorontalo,  yang juga mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, menjelaskan bahwa persoalan sampah ini, bukan sepenuhnya dari para pedagang.

Karena sesuai dengan hasil laporan, ada sekitar 40 persen buangan sampah bukan dari pedagang, di penampungan yang ada setia pasar.

“kalau sampah pedagang tidak sebesar itu, yang terjadi permasalahan adalah pasar buangan dari kegiatan lainnya. Misalnya, mereka menganggap (sampah) buang dipasar sentral, besok lusa pasti diangkut. Jadi 40 persen itu buangan dari luar. Ini laporan dari masyarakat” ujar Junaidi saat diwawancara.

Sehingga hal ini, membuat terlambatnya petugas untuk mengakut sampah. Karena kapasitas alat pengangkut sudah tidak sesuai dengan kapasitasnya.

“Sedangkan kapasitas container yang ada, kan kurang. Dari sembilan, sudah empat yang rusak. Berarti tinggal lima yang beroperasi termasuk rumah sakit juga memerlukan container,” imbuhnya. (adv)

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles