Baru Capai 60 Persen, Pekerjaan Asrama Badan Diklat Terancam Molor

60DTK – GORONTALO – Lima belas hari jelang tenggang waktu, pekerjaan gedung asrama Badan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Provinsi Gorontalo baru mencapai 60 persen. Pekerjaan asrama denga nilai kontrak 5,4 miliar itu terancam molor dari waktu yang ditetapkan.

Hal ini disaksikan langsung oleh Gubernur Gorontalo saat melakukan peninjauan lapangan bertempat di Desa Moutong, Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango, Rabu (20/11/2019). Puluhan pekerja sibuk berburu dengan waktu untuk menyelesaikan pekerjaan hingga 5 Desember 2019 nanti.

BACA JUGA : Terkait Lahan Jembatan Molintogupo, Gubernur Tunggu Kepastian Pemda Hingga Bulan Desember

“Hal-hal seperti ini yang selalu saya tekankan ke OPD terutama ULP agar selektif menentukan pemenang. Jangan dilihat dari administratif saja, tapi juga kemampuan neraca keuangan dari perusahaan itu,” ungkap Rusli.

Asrama Badan Diklat dikerjakan oleh PT Takabea direncanakan berkonstruksi satu lantai. Gubernur meminta agar dinas teknis serta konsultan pengawas agar bisa mengarahkan kontraktor dan para pekerja untuk menuntaskan pekerjaan tepat waktu.

BACA JUGA : Pekerjaan Jembatan Molindogupo Terancam Gagal

“Saya sudah perintahkan ambil langkah-langkah untuk percepatan. Kalau memang kesalahannya di kontraktor, ya jadi catatan buat pemprov untuk tidak memenangkan lagi perusahaan-perusahaan seperti ini,” tandasnya.

Bangunan Asrama Badan Diklat terdiri dari 24 kamar tidur dan beberapa ruang pelengkap lainnya. Bangunan ini sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pendidikan dan pelatihan aparatur di Provinsi Gorontalo. (adv)

Sumber : Humas Gorontalo Prov 

Comments are closed.