Terkait Lahan Jembatan Molintogupo, Gubernur Tunggu Kepastian Pemda Hingga Bulan Desember

  • Whatsapp
Rusli Habibie saat bertemu dengan para pemilik lahan yang akan dibangun jembatah Molintogupo, Kamis (21/11/2019) . Foto: Fery

60DTK-Suwawa: Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie tidak menginginkan pembangunan jembatan Molintogupo di Kecamatan Suwawa Tengah, Kabupaten Bone Bolango gagal dilaksanakan karena persoalan lahan. Menurut gubernur, anggaran untuk membangun jembatan tersebut sangat besar yaitu Rp35 miliar, dan sangat sulit meyakinkan pihak DPRD untuk mendapatkan anggaran itu.

Penegasan ini disampaikan Rusli Habibie saat bertemu dengan para pemilik lahan yang akan digunakan untuk pembangunan jembatan Molintogupo, Kamis (21/11/2019).

Baca juga: Pekerjaan Jembatan Molindogupo Terancam Gagal

“Jangan sampai ini gagal lagi. Karena di Bone Bolango ini ada beberapa pekerjaan yang gagal karena permasalahan lahan. Ini bukan ganti rugi, ya, tapi ganti untung”, ujar Rusli Habibie.

Untuk melanjutkan pekerjaan pembangunan jembatan Molintogupo itu, Rusli Habibie memberikan waktu paling lambat 1 Desember kepada Pemerintah Kabupaten Bone Bolango untuk menyerahkan pernyataan tertulis bahwa tidak ada masalah dengan lahan di jembatan itu.

Baca juga: DPRD Minta Bupati Bonebol Seriusi Pembebasan Lahan Jembatan Molindogupo

“Kalau sudah tidak ada permasalahan lahan, saya minta Januari sudah mulai pembebasan lahan. Karena instruksi presiden, kepala daerah segera melelang proyek agar masyarakat segera ada pendapatan,” lanjutnya.

Menanggapi masalah lahan itu, Wakil Bupati Bone Bolango, Mohamad Kilat Wartabone di hadapan gubernur dan para pemilik lahan memastikan bahwa sudah tidak ada masalah lagi dengan pembebasan lahan.

Baca juga: Letak Jembatan Molintogupo Di Bone Bolango Akan Diubah

“Insyaallah tahun 2020 kita anggarkan pembebasan lahannya pak gubernur,” tutur Kilat Wartabone,

Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan jembatan Molintogupo terancam gagal dilaksanakan karena hingga saat ini masih bermasalah dengan pembebasan lahan. Padahal Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah menganggarkan Rp35 miliar untuk membangun jembatan yang dulu pernah roboh itu. (adv/rds)

Pos terkait