Elektronifikasi Transaksi di Pemkot Gorontalo Sudah Dimulai Sejak 2018

  • Whatsapp
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat mengikuti rapat evaluasi terkait pelaksanaan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Gedung Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, Kamis (7/07/2022). (Foto: Humas)

60DTK, Kota Gorontalo – Elektronifikasi transaksi di lingkungan pemerintah daerah sudah menjadi hal sangat penting. Hal itu perlu dilakukan guna menghindari adanya penyalahgunaan keuangan dan kontak langsung antara pemberi layanan dengan penerima jasa.

Di sisi lain, elektronifikasi transaksi ini juga dinilai bisa memaksimalkan layanan dari segi efisiensi, hingga meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap jajaran pemerintah.

Bacaan Lainnya

Di Kota Gorontalo sendiri, pemerintah daerah sudah memulai elektronifikasi transaksi di tahun 2018 lalu.
Sejak saat itu, transaksi penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dari beberapa jenis penerimaan pajak sudah dilakukan secara eletronik.

“Seiring berjalannya waktu, kami terus melakukan pembaruan layanan pemerintah berbasis digital, dengan perluasan penerapan transaksi secara nontunai untuk seluruh jenis pajak daerah, pembayaran gaji, juga belanja barang dan jasa,” ungkap Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, Kamis (7/07/2022).

Marten mengatakan, perluasan penerapan elektronifikasi transaksi dalam pemerintahannya sudah dilakukan lebih cepat seiring keluarnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 3 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) Nomor 56 Tahun 2021.

“Aturan ini mengharuskan pemerintah daerah dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota segera melaksanakan percepatan dan perluasan digitalisasi transaksi,” jelas Marten.

Peraturan-peraturan ini, kata Marten, telah Ia tindak lanjuti lagi dengan mengeluarkan Surat Keputusan Wali Kota Gorontalo Tahun 2021 tentang Peta Jalan Implementasi Eletronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah yang rencana kerjanya selama lima tahun.

“Dalam pelaksanaannya tentu kita akan dihadapkan dengan berbagai tantangan dan hambatan yang harus dicarikan solusi. Misal, memberikan edukasi kepada masyarakat yang masih gagap teknologi,” ujarnya.

Sejauh ini, Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk mendukung elektronifikasi transaksi. Mulai dari Bank SulutGo, Kantor Pos, Bank Mandiri, gudang voucher.

“Ini merupakan bukti keseriusan kami dalam melakukan percepatan digitalisasi layanan pemerintah,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait