60DTK.COM – Hilirisasi ayam terintegrasi di Provinsi Gorontalo menjadi tanda transformasi pembangunan. Hal ini terungkap saat Gubernur Gusnar Ismail menghadiri Paripurna Istimewa HUT Ke – 19 Gorontalo Utara, Minggu (26/04/2026).
Gusnar Ismail meyakini, program in menjadi langkah strategis yang mampu menekan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.
“Rabu mendatang, PT Berdikari akan bertemu dengan kami untuk membahas lebih lanjut skema bisnisnya bersama para bupati terkait,” ungkap Gusnar.
Gagasan hilirisasi ini menurut Gusnar, berangkat dari keinginan pemerintah daerah untuk memanfaatkan produksi jagung di Gorontalo yang mencapai 1,5 juta ton per tahun.
Selama ini, jagung lebih banyak keluar daerah tanpa melalui pengolahan menjadi pakan ternak yang bernilai tambah di tingkat lokal.
Momentum ini menjadi kuat setelah adanya inisiatif program peternakan dari pemerintah kabupaten, yang kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat..
Hal ini berujung pada penetapan Gorontalo sebagai salah satu dari 13 provinsi lokal pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi.
Dalam kesempatan ini, Gusnar juga menekankan pentingnya skema kemitraan yang melibatkan masyarakat dalam pengembangan industri tersebut, dengan proporsi lebih besar diberikan kepada peternak lokal.
Pemerintah kabupaten didorong untuk mengambil peran dalam mengelola sebagian besar produksi bersama masyarakat.
Gusnar juga mengarahkan agar program tersebut menyasar masyarakat pada kelompok desil terbawah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan.
Gusnar menilai, kepemilikan ternak dalam skala kecil sudah cukup untuk menciptakan pendapatan rutin bagi masyarakat.
“Kalau jadi industri ini kita harus bersepakat jangan semua dilakukan oleh perusahaan ayam ini ya. Kita akan tawar-menawar 30 atau 40 persen itu dilakukan oleh perusahaan, tapi 60 persen serahkan ke Pak Bupati nanti dia urus bersama rakyat untuk beternak ayam,” kata Gusnar.
Terkahir, Gusnar mengajak seluruh pihak untuk memperbarui semangat pembangunan di tengah tantangan fiskal yang semakin ketat.
Ia optimistis kolaborasi pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan daerah. (adv)






