60DTK.COM – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah mendorong penguatan sinergi seluruh stakeholder dalam mewujudkan penyiaran yang sehat, berkualitas, dan bertanggung jawab di tengah pesatnya perkembangan media digital saat ini.
Hal itu terungkap pada Focus Group Discussion (FGD) Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Provinsi Gorontalo, di Aula Radio RRI Gorontalo, Senin (25/5/2026).
Dalam sambutannya, Idah mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai relevan dengan tantangan dunia penyiaran saat ini, khususnya di era digital yang memungkinkan setiap orang menjadi penyiar maupun pembuat konten.
Idah menilai, kebebasan menyampaikan informasi harus tetap berada dalam koridor aturan dan etika penyiaran agar tidak menimbulkan dampak negatif di tengah masyarakat.
“Sekarang semua orang bisa menjadi penyiar dan membuat siaran langsung. Tetapi tetap ada koridor yang harus dipatuhi agar informasi yang disampaikan tetap sehat dan bertanggung jawab,” kata Idah.
Idah mengungkapkan, peran KPID semakin penting dalam melakukan pengawasan terhadap siaran di daerah, termasuk menangkal penyebaran hoaks dan menjaga kualitas informasi publik di tengah derasnya arus informasi digital.
“Masyarakat membutuhkan informasi yang benar dan terpercaya agar tidak mudah terpengaruh berita palsu yang dapat menimbulkan keresahan maupun perpecahan. Karena itu, media dan lembaga penyiaran harus tetap menjaga profesionalisme dalam menyampaikan informasi,” ungkapnya.
Di kesempatan itu juga, Idah mendorong lembaga penyiaran di Gorontalo untuk lebih memaksimalkan penayangan konten lokal. Karena konten lokal memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan budaya daerah sekaligus mengangkat potensi Gorontalo kepada masyarakat luas.
Pihaknya juga turut mengajak media massa dan lembaga penyiaran untuk mendukung promosi pelaksanaan Pekan Nasional Tani dan Nelayan ke-XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–26 Juni 2026 mendatang.
Idah berharap, media dapat membantu menyiarkan berbagai kesiapan Gorontalo sebagai tuan rumah, mulai dari lokasi kegiatan, UMKM, homestay, transportasi, hingga potensi wisata dan budaya daerah.
“Promosi melalui media sangat penting untuk memperkenalkan Gorontalo kepada masyarakat luar daerah sekaligus menyukseskan pelaksanaan PENAS nanti,” imbuhnya. (adv)






