Melalui Program Unggulan NKRI, PUPR Wujudkan Aspirasi Warga

  • Whatsapp
Melalui Program Unggulan NKRI, PUPR Wujudkan Aspirasi Warga
Kepala Bidang ina Marga Abdul Fandit Ahmad (dua dari kiri) dan sejumlah staf Dinas PUPR Provinsi Gorontalo, saat melakukan pengukuran atau pendataan jembatan yang ada di Desa Kramat, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Sabtu (24/10/2020). (Foto: Yudi/PUPR).

60DTK, Gorontalo – Pembangunan infrastruktur yang lebih merata merupakan salah satu dari delapan Program Unggulan kepemimpinan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim.

Program tersebut dikenal akrab oleh warga Gorontalo dalam Nyata Karya Rusli Idris atau dengan istilah NKRI. Melalui program inilah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo bergerak untuk mewujudkan aspirasi warga.

Bacaan Lainnya

“Saya sangat salut kepada pak gubernur yang begitu memperhatikan aspirasi serta masukan dari masyarakat di pedesaan terhadap pembangunan infrastruktur. Dan saya berterima kasih kepada beliau, karena telah menurunkan Dinas PUPR ke desa kami,” ungkap Kepala Desa Kramat, Karim Asmu, Sabtu (24/10/2020).

Aspirasi yang dimaksud oleh Karim, ialah keinginan warganya agar jembatan yang ada di desa mereka untuk diperbaiki dalam rangka menunjang akses jalan perekonomian warga se – tempat.

“Alhamdulillah, Dinas PUPR membuat perencanaan desain jembatan. Jembatan ini satu-satunya penghubung dari desa keb Botu Huwayo merupakan jalur transportasi penting. Jika tidak segera ditingkatkan, maka jembatan tersebut akan roboh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Provinsi Gorontalo Abdul Fandit Ahmad mengatakan, cepat atau lambatnya pertumbuhan ekonomi di setiap daerah bergantung pada infrastruktur yang memadai.

“Untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur dibutuhkan perencanaan yang matang. Selain Detail Engineering Design (DED), perencanaan keuangan kami pun membutuhkan desai gambar yang real sesuai dengan yang ada di lapangan,” ujar Fandit.

Berdasarkan hasil survei jembatan kramat kata Fandit, pihaknya akan membuat satu perencanaan sebagai stock desain agar jembatan dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter itu benar-benar memiliki konstruksi yang baik.

“Dari hasil pengukuran kami di lapangan lebar jembatan akan menjadi 6 meter panjangnya menjadi 15 meter. Kami berharap hasil pendataan menjadi satu stok desain jembatan yang mantap agar infrastruktur di daerah benar-benar memiliki konstruksi yang baik,” tukasnya. (adv)

Sumber: humas.gorontaloprov.go.id

Pos terkait