Mencegat Manuver Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)

  • Whatsapp
Ilustrasi Bubarkan HTI / 60dtk

60DTK – OPINI : Sebelum reformasi, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)  merupakan organisasi yang klandestin karena sifat dan gerak geriknya yang tertutup dan masih belum beredar luas di kalangan  masyarakat Indonesia. Untuk masuk dalam organisasinya harus malalui persyaratan yang ketat, hal ini membuat organisasi tersebut menjadi organisasi yang elit di Indonesia.

Setelah pasca reformasi, manuver  HTI dalam mengembangkan ideologinya semakin berkembang dan berani menampakan diri melalui perguruan tinggi dengan slogan mereka  yang mendukung berdirinya khilafah. Selain itu, mereka beranggapan bahwa demokasi itu gagal total, sehingga  sistem demokasi harus diganti dengan sistem khilafah yang mereka suarakan.

Menanggapi hal ini, pemerintahpun tidak tinggal diam dan mengumumkan niatnya untuk membubarkan HTI sejak bulan mei 2017 lalu, dan dilanjutkan dengan PERPPU No 2 Tahun 2017 tentang organisasi kemasyarakatan karena HTI sudah di anggap berbahaya dan mengancam ideologi Indonesia yaitu pancasila.

Sejak 20 Tahun belakangan  ini, ada satu pertanyaan yang membuat saya gelisah ‘’mengapa sejak pasca reformasi kurang lebih 20 tahun pemerintah tidak mengambil tindakan, dan menunggu sehingga HTI menjadi begitu besar dan kuat sehingga mereka sudah berkembang biak, bahkan ikut bertisipasi dalam kontestasi politik di Indonesia, kenapa tidak dari dulu?’’

Pertanyaan ini akhirnya terjawab dengan sendirinya ketika mencermati gerakan HTI yang bersifat klandestin dan revolusioner  ini. HTI tidak sama dengan organisasi islam lainya misalnya FPI, Wahda Islamiyah dan lain sebagainya. Gerakan FPI sering melanggar hukum, hal ini  berbeda  dengan HTI yang justru sangat  berhati-hati dengan hukum dan membuat pemerintah beranggapan bahwa HTI tidak berbahaya dan  sama dengan ormas islam lainya. Padahal dibalik itu, manuver yang dibuat HTI sangat berbahaya  untuk keutuhan Negara Republik Indonesia.

Kalau kita tinjau secara Etimologinya, Hizbut Tahrir yang berarti ‘’Partai Pembebasan” dalam bahasa Arab mengandung arti yang  sangat berbahaya bagi setiap negara yang  memiliki ideologi persatuan tanpa membedakan suku,agama dan ras, terlebih untuk Indonesia dengan ideology pancasilanya yang kita anut saat ini. Dalam konteks ini HTI memandang Indonesia  memiliki ideologi yang sekarat  dan gagal dalam mengatur sistem Negara makanya perlu adanya pembebasan itu dengan mengganti.

Untuk itu saya berharap pemerintah membuat regulasi yang baru untuk menangkal paham Ormas ekstrim  fundamentalis seperti HTI ini. Bahkan kalau bisa, melalui pendidikan  formal dengan kurikulum yang diterapkan di setiap sekolah di Indonesia, agar para pelajar dapat terhindar dari paham ini sejak usia dini. #SayaPancasIla  #SayaIndonesia

Penulis : Edo Dingkol

Pos terkait

Tinggalkan Balasan