Nikmatnya Es Kelapa Muda Bang Tapu di Siang Hari

60DTK – Gorontalo: Jika kalian ingin menikmati akhir pekan di Gorontalo, tak ada salahnya berkunjung ke Es Kelapa Muda Bang Tapu. Tempatnya tak jauh dari Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Gorontalo, hanya berbatasan jalan saja gerobak Es Kelapa Muda Bang Tapu terlihat dengan jelas di sebarang sana.

Apalagi dengan kondisi Gorontalo yang panas, sangat enak rasanya jika menikmati dan mencicipi es kelapa muda Bang Tapu ini di siang hari.

Es kelapa muda Bang Tapu sendiri sudah lama berdiri dan mulai berjualan di depan RTH Taman Kota tersebut sedari tahun 2008 dan masih berlanjut hingga saat ini.

“Warung es kelapa muda ini sudah lama, saya baru jualan di sini 6 tahun yang lalu. Menggantikan ayah mertua saya jualan di sini,” ucap Awi penjual es kelapa muda Bang Tapu kepada wartawan 60dtk.com, Minggu (24/11/2019).

Awi sendiri merupakan menantu dari pemilik jualan es kelapa muda Bang Tapu, ia hanya ditugaskan saja untuk menggantikan penjual sebelumnya.

“Panggilan Bang Tapu tersebut bukan nama asli penjual, penjual sebelumnya biasa disapa Kak Midun, tetapi lebih populernya dia dipanggil dengan sebutan Bang Tapu saat pertama kali jualan di sini,” jelas Awi.

Kemudian menurut Awi, tepat pada tahun 2013 kemarin, ayah mertuanya itu membuka outlet baru di jalan madura. Dan menawarinya untuk melanjutkan jualan es kelapa muda Bang Tapu tersebut.

“Sebenarnya pada saat dia memberi tawaran itu saya masih bekerja di Palu, namun karena dia sudah menawari begitu saya mengiyakan. Dan terlebih lagi ayah mertua saya mengeluh dengan jarak dan tempat tinggalnya. Akhirnya memilih jualan di sepanjang jalan Madura. Dan jualan di sini saya yang lanjutkan.”

Namun, meski sudah berjualan di tempat lain, pelanggan es kelapa muda Bang Tapu tetap ke sini karena sudah ada labelnya, dan meskipun saya bukan penjual yang lama, mereka tetap memanggilnya Bang Tapu.

“Panggilan Bang Tapu itu cuman bercandaan awalnya, karena ayah mertua saya juga suka bercanda kepada siapa saja. lahirnya panggilan Bang Tapu itu kemudian menjadi label nama jualannya, es kelapa muda Bang Tapu. Sampai saat ini dan melekat ke saya juga, padahal nama panggilan saya adalah Awi.

Awi sendiri menurut penuturannya bukan asli Gorontalo, ia berasal dari Medan dan memilih bertarung nasib di Gorontalo.

“Saya berasal dari Medan, dan kemudian menikah dengan orang Gorontalo. Anak dari pemilik es kelapa muda Bang Tapu. Setelah itu saya memilih pekerjaan diluar Gorontalo, merantau istilahnya. Dan setelah beberapa tahun bekerja di luar Gorontalo, ayah mertua saya kemudian menawari pekerjaan menjaga es kelapa muda yang ia bangun dari tahun 2008 itu,” ujar Awi dengan lirih.

Awi (35) sedang melayani pembeli es kelapa muda Bang Tapu di tempat jualannya. Foto: Zulkifli M.

Persoalan omset es kelapa muda Bang Tapu sendiri, menurut Awi, punya keuntungan meskipun keuntungan yang didapatkan dari jualan tidak menentu dan tergantung cuaca.

Awi menjelaskan, jualan es kelapa muda Bang Tapu dulunya dimulai dari harga Rp3.000, dan untungnya juga kecil. Tapi saat ini sudah naik menjadi Rp5.000 per gelasnya.

“Bicara keuntungan tergantung cuaca juga. kalau standar yang kami dapatkan sehari itu bisa sampai Rp600.000 per harinya dengan jumlah kelapa yang dihabiskan berkisar antara 30-40 per butir. Tapi berbeda kalau cuaca sangat panas atau seperti kemarau saat ini, apalagi kemarau panjang bisa sampai Rp1 Juta dengan 50 butir kelapa yang dihabiskan per harinya,” urai Awi.

Awi juga tidak mematok target, sebisa mungkin yang ia jual dan yang laku terjual saja. Apalagi waktu bukanya dari jam 9 pagi hingga jam 5 sore. Dan kalau paginya hujan, kemungkinan besar Awi tak akan membuka jualan es kelapa muda Bang Tapu, ia memilih tutup karena pasti banyak yang tidak akan minum dan pasti ia akan merugi.

Es Kelapa Muda Bang Tapu, Melegenda?

Sudah 11 tahun lamanya es kelapa muda Bang Tapu bertahan di tengah hiruk-pikuk perkotaan dan tingginya daya saing jualan es kelepa muda di beberapa tempat di Kota Gorontalo. Tapi, es kelapa muda Bang Tapu ini mampu eksis dan bertahan.

Berjualan sedari tahun 2008 hingga 2019 bukanlah hal yang mudah, telah banyak rintangan yang dilalui es kelapa muda Bang Tapu ini. Apalagi dengan maraknya gerobak dan jualan yang menjajakan es kelapa muda dan jualan es lainnya, menjadi pesaing dari keberadaan es kelapa muda Bang Tapu.

Alasan es kelapa muda Bang Tapu mampu bertahan menurut Awi karena kesederhanaan penjual sebelumnya, ayah mertuanya. Dan karena pelabelan namanya yang unik juga, Bang Tapu. Selain itu, Awi juga menuturkan tetap menjaga kualitas es kelapa mudanya. “Memilih buah kelapa yang bagus untuk kami jual di sini.”

Wahyu, pelanggan setia es kelapa muda Bang Tapu juga mengatakan hal yang sama dengan Awi, ia mengatakan ia lebih sering minum es kelapa muda Bang Tapu yang terletak di depan Tamkot itu dibandingkan di tempat lain.

Alasan Wahyu, karena es kelapa mudanya masih dijaga keasliannya. Berbeda dengan jualan es kelapa muda yang ada di beberapa tempat.

“Maksudnya masih dijaga keaslian yang saya maksud tadi ialah kelapa muda di sini tidak dicampur gula, kayu manis, dan lainnya. Dan kalau pesan es kelapa muda gula merah murni tak ada tambahan pemanis,” ujar wahyu saat ditemui saat sedang menikmati suguhan es kelapa muda Bang Tapu di siang hari yang panas (23/11).

Menurut Wahyu juga, ia mengetahui keberadaan es kelapa muda waktu jaman ia sekolah. Karena kebiasan sering lari pagi, ia mengetahui es kelapa muda Bang Tapu itu. Dan menjadi pelanggan setia sampai saat ini.

“Waktu itu sering lari ke taruna remaja Kota Gorontalo, dan setiap melewati Tamkot pasti melihat es kelapa muda Bang Tapu, dan ketika pertama mencoba saya suka dengan es kelapa mudanya. Tempat ini bisa dibilang melegenda, karena hampir banyak orang tahu tempat ini,” katanya sambil meneguk gelas es kelapa muda miliknya.

Melegenda menurut wahyu sendiri, karena sering di dengar dari perkataan orang lain. Dan terkenal di kalangan anak sekolahan sampai abang-abang bentor. “Banyaknya yang berlangganan dan membeli di sini yang membuat es kelapa Bang Tapu ini terkenal, apalagi saat ia memakai kata Bang Tapu, semakin dikenal.”

“Usahanya semakin melegenda terbukti menurut saya, karena banyak orang yang saya dengar kalau pengen minum es kelapa pasti bilang begini, ‘minum es kelapa muda, torang, ‘di mana?’, ‘pate Tapu’,” ujar Wahyu.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.