Pemkab Bolsel Minta Warganya Dapat Pemeriksaan Rapid Test Gratis di Gorontalo

60DTK, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo untuk mengupayakan pemeriksaan rapid test secara gratis kepada mahasiswa Bolsel yang akan kembali ke Gorontalo.

Hal tersebut disampaikan saat Pemerintah Kabupaten Bolsel melakukan kunjungan kerja ke Pemprov Gorontalo. Alasannya, karena Pemerintah Bolsel sudah tidak punya anggaran lebih untuk pengadaan alat rapid test, sementara setiap orang dari luar Gorontalo yang ingin masuk ke Gorontalo diharuskan untuk memiliki surat izin masuk, yang di dalamnya terdapat surat keterangan hasil pemeriksaan rapid test atau swab test.

Baca juga: Guru Agama Kristen Kurang, Rusli Habibie: Kita Carikan Solusi

“Ada sekitar 600 orang masyarakat kami yang akan melaksanakan pendidikan di Provinsi Gorontalo. Kendala bagi kami di perbatasan harus memiliki dokumen rapid dan swab. Sementara batas waktu yang diberikan hanya tiga atau 14 hari. APBD kami juga sudah habis,” ujar Bupati Bolsel, Iskandar Kamaru kepada Gubernur Gorontalo, Rabu (8/07/2020).

Menjawab permintaan Bupati Bolsel tersebut, Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pun mengaku akan berusaha supaya masyarakat Bolsel dan Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) bisa mendapatkan pemeriksaan rapid test di Balai POM Provinsi Gorontalo.

Baca juga: Pasien Covid-19 Di Gorontalo Bertambah 10, Meninggal 1 Orang

Meski begitu, soal pemeriksaan gratis, Rusli menegaskan bahwa dirinya masih akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Sebab kata Rusli, hingga kini Pemprov Gorontalo masih memprioritaskan pemeriksaan rapid test untuk tracking kontak yang terindikasi positif Covid-19.

“Mungkin kita bisa bicarakan, ya. Pak Budi yang punya link dengan Kepala Balai POM, kira-kira bisa tidak hasil spesimen dari masyarakat Bolsel diperiksa di sini. Karena di sini juga antriannya tinggi. Kalau boleh yang dekat sini Bolsel dan Bolmut kita prioritaskan tetangga dua ini. Jadi tolong Pak Budi, ya kita prioritaskan untuk diperiksa di Balai POM,” pinta Rusli. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga