Guru Agama Kristen Kurang, Rusli Habibie: Kita Carikan Solusi

60DTK, Gorontalo – Organisasi Pembimbing Masyarakat (Pembimas) Kristen, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo agar bisa menambah guru agama kristen di SMA dan SMK se-derajat.

Permintaan dari organisasi yang dibawah naungan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Gorontalo itu disampaikan melalui Ketua Persatuan Guru Agama Kristen (PERGAKRI), Petrus Tamon, kepada Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

“Saat ini kami informasikan pak gub, dari 15 sekolah yang memiliki siswa agama Kristen, hanya ada tujuh sekolah yang memiliki guru agama Kristen,” ungkap Petrus saat melakukan melakukan audiens dengan Gubernur Rusli, di Rumah pribadi Gubernur, Rabu (8/7/2020).

Baca Juga: Wujudkan Waduk Bone Ulu, Pemprov Gorontalo Berharap Ke Suharso Monoarfa

“Kami kesulitan untuk mengajari siswa- siswi lainnya. Jadi kami mohon untuk penambahan guru agama kristen untuk sekolah SMA/SMK se-derajat,” tambahnya.

Menanggapi permintaan tersebut, Gubernur Rusli Habibie, menyampaikan bahwa hal tersebut sebenarnya telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo.

Baca Juga: Pemprov Apresiasi Langkah TNI Memperkokoh Sinergitas Pemerintah Daerah

Akan tetapi, adanya pandemi Covid-19 yang terjadi di Provinsi Gorontalo, membuat anggaran daerah untuk perekrutan guru agama ini harus di refocusing. Meski demikian, Rusli mengaku akan tetap berupaya memenuhi permintaan tersebut.

“Untuk guru agama kristen, nanti akan kita carikan solusi juga. Nanti kita hitung berapa guru agama kristen yang dibutuhkan, berapa guru agama islam, guru agama budha dan hindu dan lain sebagainya,” pungkas Rusli. (adv)

 

 

Pewarta: Andrianto Sanga