60DTK.COM – Ekonomi Gorontalo tumbuh 7,68 persen pada triwulan I 2026 dan menempatkan provinsi ini di peringkat keempat nasional untuk pertumbuhan ekonomi tertinggi.
Data tersebut merujuk rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) awal Mei lalu. Capaian 7,68 persen itu hanya berada di bawah Sulawesi Tengah 8,32 persen, Nusa Tenggara Barat 13,64 persen, dan Maluku Utara 19,64 persen.
Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Mohamad Trizal Entengo menyebut hasil ini patut disyukuri pemerintah dan seluruh masyarakat Gorontalo.
Di tengah keterbatasan anggaran, perekonomian daerah tetap bergeliat bahkan mencetak angka tertinggi sejak pandemi covid-19.
Trizal menegaskan pertumbuhan 7,68 persen bukan sekadar angka statistik. Hal itu menunjukkan iklim investasi mulai tumbuh, perputaran uang kian baik, serta penerimaan negara meningkat.
“Terutama sektor pertambangan yang selama ini belum dirasakan negara manfaatnya sekarang semakin berdampak. Contohnya dari Perusahaan Pani Gold di Pohuwato yang sudah berproduksi. Pada tahap perdana sudah menyumbang sekitar Rp12 miliar ke pemerintah provinsi. Belum bicara penerimaan oleh pemerintah pusat dan kabupaten/kota,” kata Trizal yang juga Juru Bicara Pemerintah Provinsi Gorontalo.
Pada sektor pertanian, kesejahteraan petani ikut terangkat. Indikatornya terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang naik ke angka 120,24 poin. Sementara inflasi relatif terkendali di level 2,60 persen y-on-y.
“Bapak Gubernur Gusnar Ismail berharap kolaborasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, dukungan dari TNI/Polri, intansi vertikal, perbankan, swasta dan seluruh masyarakat dapat terus baik agar visi Gorontalo Maju dan Sejahtera dapat benar-benar terwujud,” pungkas mantan Penjabat Sekda Kabupaten Gorontalo itu. (adv)






