Pesan Ryan Untuk Penerima Penghargaan SuMo Foundation Asal Kota Gorontalo

  • Whatsapp
Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono (kanan) saat menghadiri acara SuMo Foundation Award tahun 2022 yang berlangsung di Grand Sumber Ria Ballroom, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (25/11/2022). (Foto: Humas)

60DTK, Kota Gorontalo – Wakil Wali Kota Gorontalo, Ryan F. Kono menyampaikan satu pesan untuk Ellen Podungge, penerima penghargaan SuMo Foundation tahun 2022 kategori guru pejuang yang berasal dari Kota Gorontalo.

“Terus semangat, teruslah berbuat untuk masyarakat,” harap Ryan Kono usai menghadiri acara SuMo Foundation Award yang berlangsung di Grand Sumber Ria Ballroom, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (25/11/2022).

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Ia mengatakan, apa yang telah dibuat oleh sosok yang kini mengajar di SMK 5 Gorontalo tersebut merupakan sesuatu yang sangat luar biasa, bahkan sangat membantu pemerintah daerah khususnya di bidang pendidikan.

“Kita membutuhkan orang-orang yang seperti Ibu Ellen ini. Selain bisa bermanfaat untuk orang lain, orang-orang seperti ini pasti akan mendapat pahala,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ia turut memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan SuMo Foundation Award kali ini. Sebab dengan kegiatan itu, orang-orang yang bisa menjadi inspirasi tapi luput dari perhatian banyak pihak, mendapat penghargaan dari yayasan SuMo Foundation.

“Kami harap pemberian penghargaan terus berlangsung di waktu-waktu mendatang,” tandasnya.

Ellen Podungge merupakan salah satu guru yang mengabdi di wilayah Kota Gorontalo. 17 tahun lalu, Ia mengawali profesi guru dengan mengajar di salah satu sekolah luar biasa (SLB) yang saat itu baru saja dibuka.

Ia rela meninggalkan pekerjaannya di perusahaan swasta demi mengajar para penyandang disabilitas di sekolah tersebut. Upah kecil yang Ia terima dari pekerjaan ini tidak membuatnya menyesal dan mundur.

Ia bahkan tak jarang menjemput anak-anak yang tidak datang ke sekolah karena terkendala berbagai hal, sekaligus memberikan pendampingan bagi siswa disabilitas yang telah lulus agar mendapat pekerjaan.

Dari sinilah Ia akhirnya merintis sanggar tunarungu. Di tempat inilah Ia mengajarkan berbagai keterampilan, pengetahuan alam, dan lain-lain bagi para penyandang disabilitas. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait