12 Tokoh Inspiratif Gorontalo Terima Penghargaan SuMo Foundation Award

  • Whatsapp
Pembina Yayasan SuMO Foundation, Suharso Monoarfa saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu tokoh inspiratif di Provinsi Gorontalo, Jumat (25/11/2022). (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kota Gorontalo – Sebanyak 12 orang tokoh inspiratif yang berasal dari sejumlah daerah di wilayah Provinsi Gorontalo, menerima penghargaan dari Yayasan SuMo Foundation yang dibina oleh salah satu tokoh nasional berdarah Gorontalo, Suharso Monoarfa.

Penyerahan penghargaan ini dilaksanakan melalui kegiatan SuMo Foundation Award V Tahun 2022 yang berlangsung di Balai Riung ‘Ballroom’ Grand Sumber Ria, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Jumat (25/11/2022).

Bacaan Lainnya

Dari belasan penerima tersebut, lima di antaranya masuk kategori tokoh desa. Mereka adalah Isa Madi (Bone Bolango), Fatra Hala (Bone Bolango), Awaludin Ahmad (Bone Bolango), Alghazali Katili (Kabupaten Gorontalo), dan Kombes Pol Witarsa Aji (Dir Narkoba Polda Gorontalo).

Selama ini, mereka telah banyak melakukan kebaikan dengan membantu maupun melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat untuk masyarakat banyak.

Isa Madi misalnya, sosok yang satu ini menghibahkan beberapa petak tanah miliknya untuk keperluan pembangunan fasilitas umum seperti kantor desa, sekolah PAUD, puskesdes, dan Masjid yang dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Sukamakmur, Kecamatan Bulango Ulu, Kabupaten Bone Bolango.

Adapun tujuh orang sisanya, yakni Rifah Usulu (guru di SMP 4 satu atap Tibawa, Kabupaten Gorontalo), Fitri Polohi (SDN 7 Popayato Barat, Pohuwato), Nanci Banini (SDN 7 Biau Gorontalo Utara), Ellen Podungge (SMK 5 Kota Gorontalo), Nurhayati Saidi (SDN 14 Botumoito, Boalemo), Wanhandrik Tahalu (SMPN 4 satu atap Bilato, Kabupaten Gorontalo), dan Novita D. Hulainggi (SDN 10 Asparaga, Kabupaten Gorontalo), masuk kategori guru pejuang.

Tidak hanya satu atau dua tahun, di antara para guru ini ada yang telah mengabdi sampai belasan tahun dengan status tenaga honor, bahkan beberapa di antaranya pernah diberhentikan. Gaji yang juga tergolong sangat kecil, rata-rata di bawah Rp1 juta setiap bulannya, pun tidak membuat mereka patah hati.

Sebagai contohnya adalah Nurhayati Saidi. Guru yang kini mengajar di SDN 14 Botumoito, Kabupaten Boalemo, sudah menjadi guru honor selama 16 tahun. Selama mengabdi, Ia pernah tak menerima upah dalam waktu yang cukup lama. Akan tetapi, itu tak membuatnya berhenti berbagi ilmu dengan anak-anak bangsa.

“Apa yang kami berikan kali ini memang tidak luar biasa, tapi mudah-mudahan ini bisa menjadi satu pemantik bagi orang lain,” harap Pembina SuMo Foundation, Suharso Monoarfa.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas RI itu juga mendorong para penerima penghargaan untuk selalu berjuang untuk hal-hal positif yang bisa dirasakan orang banyak.

“Ingat, setiap yang kita lakukan, apalagi itu positif, pasti akan tercatat sebagai kebaikan,” jelasnya.

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait