Pilkada Blitar 2020, Gerindra Jalin Koordinasi Lintas Partai

60DTK, Blitar – Pesta demokrasi yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 tinggal empat bulan lagi dihelat. Di Pilkada Blitar, hingga saat ini belum ada partai selain Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang mengumumkan jagoannya.

Dengan kondisi demikian, akankah Pilkada 2015 silam bisa terulang kembali? Menurut data dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) sebagaimana dikutip dari kompas.com, Kabupaten Blitar berpotensi memiliki calon tunggal.

Namun hal itu ditepis oleh Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Blitar, Mujib. Dirinya melihat, peristiwa di tahun 2015 tersebut tidak tidak akan terulang. Ia mengaku, pihaknya sampai saat ini sudah membuka pendaftaran bakal calon dan akan disampaikan ke provinsi untuk dievaluasi dan diterbitkan rekomendasi.

“Gerindra sampai hari ini memang belum memberikan rekomendasi dari siapapun. Akan tetapi, Gerindra juga mencoba membangun komunikasi dengan lintas partai dan tokoh-tokoh politik,” jelas Mujib.

Mujib menambahkan, pihaknya juga sudah memasukan beberapa nama ke pengurus partai di provinsi. Nama-nama itu di antaranya yakni dari tokoh Nahdlatul Ulama (NU), dari Anggota Dewan Kabupaten Blitar bahkan mantan Ketua DPC Partai Gerindra itu sendiri.

“Itu ada tokoh dari Nahdlatul Ulama seperti Mas Azis, Mas Trianto, Mas Niko juga mendaftarkan. Lalu Sugianto yang juga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Blitar juga ikut mendaftarkan. Bahkan, mantan Ketua DPC kami juga mendaftarkan,” ungkapnya.

Terkait dengan siapa pasangan yang nanti ikut mendampingi dalam pemilihan nantinya kata Mujib, hal tersebut diserahkan sepenuhnya kepada calon yang ada.

“Berjodoh itu tidak hanya keinginan partai politik, tetapi juga keinginan daripada calon. Dan inilah yang sedang kita upayakan,” ujarnya.

Disentil juga soal isu Gerindra yang nantinya akan berpasangan dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Mujib belum memberikan tanggapannya.

“Itukan teman-teman wartawan saja yang menyampaikan. Kami sendiri tidak menyampaikan hal tersebut. Itulah politik, semakin digosok semakin asik,” tutup Mujib.

Pewarta: Achmad Zunaidi