RSUD Ngudi Waluyo Lengkapi Alat PCR untuk Deteksi Covid-19

60DTK, Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ngudi Waluyo menyiapkan anggaran Rp1,1 miliar untuk pengadaan alat Polymetase Chain Reaction (PCR). Hal itu sejalan dengan peningkatan kasus corona di Kabupaten Blitar.

Direktur RSUD Ngudi Waluyo melalui Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik Konsultan, dr. Etty Fitria Ruliatna menjelaskan, PCR berfungsi untuk mendeteksi material genetik dari sel, bakteri, maupun RNA. Selain itu kata Etty, alat ini ke depan dapat digunakan untuk memeriksa Hepatitis, HIV, Dengue maupun jenis virus lainnya.

“Dan saat ini, PCR juga dapat digunakan untuk mendiagnosis penyakit Covid-19 yaitu dengan mendeteksi material genetik RNA dan Virus Corona (SARS COV2). Proses pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan swab nasofaring, orofaring dan dahak,” jelas dr. Etty, Minggu (9/8/2020).

Alat PCR lanjut dr. Etty, tingkat akurasi dalam mendeteksi corona di atas 95 persen dibanding dengan metode serologi yang kini digunakan dalam rapid test massal. PCR bekerja dengan mendeteksi bahan genetik spesifik di dalam Virus SARS COV2. Sehingga alat ini bisa dipastikan tingkat akurasinya.

“Karena RSUD sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, dengan begitu tidak usah repot-repot untuk mengelabkan sampel swab dari orang yang diduga terpapar Covid-19 ke Malang atau ke Surabaya degan cost yang tinggi,” ujarnya.

Etty mengaku, dengan alat PCR ini pihaknya sangat mudah dalam melakukan pemeriksaan. Dalam sehari alat tersebut mampu memeriksa 200 sampel untuk swab test dengan ditunjang tenaga-tenaga ahli yang ada di RSUD Ngudi Waluyo.

“Dan sekarang, hanya butuh waktu kurang lebih satu jam hasil lab sudah dapat diketahui. Bedanya, kalau kemarin perlu dua minggu untuk mengetahui hasil lab. Karena masih nitip ke Surabaya,” tambah dr. Etty.

“Selain dapat menjadikan nilai komersil kerena untuk umum, bagi RSUD sendiri alat ini sangat perlu untuk ke depannya,” tutupnya.

Pewarta: Achmad Zunaidi