Politik Tidak Harus Jadikan Masyarakat Tercerai Berai

60Dtk. Gorontalo : Tahun 2018 hingga 2019 mendatang merupakan tahun politik, dimana Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo Utara dalam waktu dekat ini akan melaksanakan Pemilukada serentak, namun demikian Politik dalam pemilihan tidak harus menjadikan masyarakat tercerai berai.

Hal tersebut diungkapnya Mathul Lutfi, dalam aksi oleh aliansi Gerakan Pemuda Peduli Rakyat Gorontalo (GPPRG) Provinsi Gorontalo, di bundaran Tugu Saronde Kota Gorontalo.

“Pilkada tidak harus menjadikan masyarakat kelompok satu dan lainya harus terpecah belah,” ungkap Lutfi, 12/3.

Menurutnya bahwa, perbedaan dalam pemilihan adalah hal yang wajar, dan itu adalah bentuk demokrasi, akan tetapi perbedaan dalam pandangan pilihan politik, tidak harus menjadikan kita bermusuhan.

Satukan langkah dan keyakinan bahwa Pilkada adalah pesta demokrasi yang sama sekali tidak beralasan untuk mencerai beraikan kita sebagai anak bangsa yang terikat dalam satu kesatuan yakni bangsa Indonesia.

“Kita adalah bangsa Indonesia yang majemuk, toleran, rukun dan cinta damai, apalagi Gorontalo dikenal dengan Adat bersendikan sara, sara bersendikan kitabullah,” ujarnya dalam orasi.

Ia juga menyerukan agar calon kepala daerah dalam setiap pelaksanaan kampanye, sejatinya mengedepankan program visi-misi pembangunan daerah.

Ia juga mengajak semua pihak, untuk bersama-sama menolak segala bentuk politik uang, serta menolak upaya kelompok terentu yang ingin memecah belah kerukunan yang telah terjalin selama ini.

“Kepada masyarakat kami mengimbau agar sikapi isu politik dengan bijak, Pilkada damai, adalah bentuk keberhasilan rakyat yang berbudaya dan bermartabat,” tegasnya.