Program Gerai Tukar Sampah Di Kayumerah, Nelson: Ini Merupakan Inspirasi

  • Whatsapp
Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo saat memberikan sambutan pada Kegiatan peresmian bank sampah "permata" dan launching Gerai Tukar Sampah yang dilaksanakan oleh pemerintah Kelurahan Kayumerah, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo bersama mahasiswa KKN. Minggu, (14/7/2019). foto: Humas Pemkab Gorontalo

60DTK – KABGOR – Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo berharap peresmian Bank Sampah serta program Gerai Tukar Sampah yang baru saja di launching oleh Pemerintah Kelurahan Kayumerah bersama Mahasiswa KKN baru – baru ini dapat diadopsi oleh Desa maupun Kelurahan lainnya yang tersebar di Kabupaten Gorontalo.

Sebab menurut Nelson yang juga dikenal ahli lingkungan tersebut, berbicara tentang lingkungan tidak hanya mengenai ekologi, tapi juga ekonomi.

Bacaan Lainnya

“Kalau ini terjadi (Diadopsi oleh Desa lainnya)maka timbulnya penyakit tidak ada. Yang ada hanya keindahan dan lingkungan akan menjadi hijau serta masyarakat sekitar akan sehat,” ujar Nelson.

Untuk itu, Nelson memberikan apresiasi kepada pemerintah Desa dan Mahasiswa KKN atas inisiatif yang telah dilakukan kaitannya dengan pengelolaan sampah. Ia juga berharap agar mahasiswa KKN kali ini dapat memberikan solusi dalam meminimalisir sampah di sungai Biyonga.  “Untuk masyarakat, mulailah untuk hidup bersih. Jangan lagi membuang sampah disungai.”

“Orang yang ingin bekerjasama itu adalah  pemenang. Ini merupakan inspirasi yang sangat besar manfaatnya bagi masyarakat dan pemerintah,” tambah Nelson dalam sambuatannya.

Sebelumnya, guna mengurangi sampah plastik dan sejenisnya yang dibuang oleh masyarakat di bantaran sungai Kelurahan Biyonga, melalui program kerja restorasi  sungai, Pemerintah setempat bekerjasama dengan mahasiswa KKN yang berasal dari UGM, UMGO dan UNG meresmikan Bank Sampah “Permata” dan launching Gerai Tukar Sampah, Minggu (14/7/2019).

Salah satu perwakilan mahasiswa KKN dari UGM mengatakan, selama ini sampah plastik dan sejenisnya dibuang sembarangan, bahkan dibuang di sungai Biyonga. Karenanya, dalam menjalankan program KKN salah satunya program rangka restorasi sungai mahasiswa KKN yang tergabung mahasiswa UGM, UMGO dan UNG membuat bank sampah sekaligus program gerai tukar sampah.

“Masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan karena di sini kami telah membuat bank sampah dan gerai tukar sampah. Sampah dapat ditukar dengan bahan pokok yang diperlukan dengan ketentuan sesuai jenis dan beratnya,” imbuh salah satu mahasiswa KKN itu. (rls/Andi)

Pos terkait