Rusli Nilai Kabupaten Pohuwato Terbaik Soal Pendataan dan Distribusi Bansos

60DTK, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie menilai, dari enam kabupaten/kota yang ada di Provinsi Gorontalo, Kabupaten Pohuwato adalah daerah terbaik dalam hal pendataan dan pendistribusian Bantuan Sosial (Bansos).

Hal itu Ia sampaikan saat menyerahkan bantuan pangan bersubsidi secara simbolis kepada seribu warga yang ada di Kecamatan Paguat dan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Selasa (12/05/2020).

Baca juga: Hasil Swab Tenaga Medis Asal Pohuwato Dinyatakan Negatif Covid-19

“Jadi, masalah pembagian sembako (bansos) bagi saya, untuk Kabupaten Pohuwato yang terbaik. Ini yang selalu saya sampaikan saat video coference dengan bupati/walikota dan Forkopimda agar data penerima itu harus jelas dan transparan,” ujar Rusli.

Sehubungan dengan penilaian tersebut, Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga mengatakan, memang, pemerintah desa dan kecamatan di daerah setempat selama ini terus merinci dengan baik daftar penerima bantuan dan jenis bantuan yang diberikan. Hal tersebut dilakukan guna memudahkan pemerintah untuk mengintervensi warga yang wajib menerima bantuan.

Baca juga: Gaji Gubernur Sudah Diterima GTPP Covid-19 Provinsi Gorontalo

“Khusus di Kecamatan Paguat, total penduduk 16.455 jiwa, jumlah KK 5.105. Penerima PKH (Program Keluarga Harapan) pusat 573 KPM (Keluarga Penerima Manfaat), BPLT 1.060 KPM, bantuan Kemensos 1.371 KPM, JPS 1.211, BLT Desa 410 KPM,” beber Syarif.

Pada kesempatan itu juga, Syarif juga menyampaikan pihaknya yang berinisiatif menyertakan uang tunai sebesar Rp100 ribu kepada setiap Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang menerima Bantuan Pangan Langsung Daerah (BPLD).

Baca juga: Gubernur Gorontalo Serahkan 1.000 Paket Bantuan Pangan Bagi Warga Sipatana

“Kami mohon kepada Pak Gubernur untuk dapat menyetujui inisiatif Pemkab Pohuwato untuk meningkatkan nilai tambah JPS dengan menambahkan uang tunai senilai Rp100 ribu kepada setiap KPM yang menerima bantuan pangan daerah,” pinta Bupati Pohuwato dua periode itu.

Sebagai informasi, BPLD ini dibiayai dengan dana sharing, yakni 60 persen tanggungan provinsi, dan 40 persen kabupaten/kota. Tahap kedua dan ketiga penyalurannya dijadwalkan seminggu sebelum lebaran, dan seminggu setelah lebaran. (rls/adv)

 

Penulis: Andrianto Sanga

Sumber: Humas Pemprov Gorontalo