Rustam Masih Gunakan Gaya Anak Kuliahan, Ghalieb : Dia Memang Ahlinya Lapor Melapor

  • Whatsapp
Ghalib Lahidjun bersama Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie. (Foto - istimewa)

60DTK-POLITIK – Sindiran datang dari politisi partai Golongan Karya (Golkar) Gorontalo, menanggapi ancaman caleg Partai Nasdem, Rustam Akili yang akan menggugat Gubernur Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie, terkait dana hibah untuk Shoping Center Limboto.

Menurut Ghalieb Lahidjun, mantan Juru Bicara (Jubir) Gubernur Provinsi Gorontalo itu, ancam mengancam seperti itu, hanya mainan semasa masih mahasiswa dulu.

Bacaan Lainnya

Ungkapan itu disampaikan Ghalieb yang juga Wakil ketua DPD partai Golkar Provinsi Gorontalo, saat dimintai tanggapan perihal polemik hibah Shoping Center yang belakangan mulai jadi komoditas politik.

Baca juga : Amankan Dua Kursi DPR-RI, Golkar Siapkan Strategi Untuk Kursi Ke Tiga

“Ya kalau urusan gugat menggugat, lapor melapor, saya tahu persis beliau (Rustam. red) memang ahlinya, beliau kan Doktor Ilmu Hukum, kalau saya pribadi justru ingat lapor melapor, ancam mengancam begitu jadi rindu masa-masa kuliah dulu,” ketusnya, sambil tertawa ringan.

Ghalieb pun menjelaskan bahwa sebagai politisi dewasa kita sudah harus membiasakan penyelesaian setiap polemik ekonomi, politik, sosial budaya apalagi pemerintahan melalui komunikasi, diskusi, musyawarah, yang dilaksanakan dengan kepala dingin agar keputusan dan kesepakatan yang lahir itu dapat memberi solusi yang baik dan benar, bukan malah menambah runyam masalah.

“Ubah sajalah gaya ancam – mengancam, lapor – melapor, serang – menyerang, hujat – menghujat, dan saling menjatuhkan. Mengurusi daerah itu, bukan seperti main film action yang setiap saat harus selalu ada adegan perkelahian serta tembak – menembak,” ujar Ghalieb.

Ia melanjutkan, “Kita harus benar – benar sadar bahwa, saat ini kita sudah hidup di zaman demokrasi. Dimana pilihan penyelesaian masalah secara intelektual dan transparan, jauh lebih tepat daripada ancam – mengancam. Kita harus belajar dari moto pegadaian, mengatasi masalah tanpa masalah,” imbuh calon legislatif (caleg) Deprov dari partai Golkar itu.

Kalau diizinkan memberi saran, maka ini saran dari Ghalieb. Menurutnya, jauh lebih arif jika Gubernur dan Bupati Kabupaten Goronralo, atau instansi terkait yang mereka tugaskan, menggelar rapat koordinasi untuk membahas polemik tersebut agar bisa ditemukan solusi yang tepat dalam penyelesaiannya.

“InsyaAllah itu cara yang lebih manusiawi. Tidak usah terpengaruh dengan pernyataan yang provokatif. Apalagi saat ini kita tinggal menghitung mundur 14 hari pemilu 17 April 2019, sehingga isu apapun pasti akan segera dikapitalisasi untuk menurunkan elektabilitas lawan politik dan sekaligus berusaha untuk menaikan elektabilitas partainya,” pungkas Ghalieb. (rls)

 

 

 

Sumber : Read.id

Pos terkait