Saat Walikota, Adhan Dambea Pernah Membangun Infrastruktur Seperti Skema KPBU

60DTK – Gorontalo : Akhir akhir ini, Ketua LSM Yaphara terus menyuarakan penolakan terhadap pengembangan Rumah Sakit dr. Hasri Ainun Habibie yang menggunakan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Tetapi ada hal menarik yang disampaikan Ishak Liputo pada Fokus Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Gorontalo di warkop Dottoro Limboto Kabupaten Gorontalo, Minggu (28/7/2019)

Pada Diskusi tersebut Ishak Liputo menceritakan, sebelum Pemerintah Pusat menemukan Skema KPBU dalam pembangunan infrastruktur, sebelumnya Adhan Dambea ketika menjabat sebagai Walikota Gorontalo pernah membangun infrastruktur drainase dengan skema seperti KPBU.

“Saat itu Kota Gorontalo sering banjir sementara APBD Kota Gorontalo tidak cukup untuk membangun saluran. Ketika itu Pak Adhan memanggil semua kontraktor menanyakan siapa yang mau membangun saluran air ini hanya saya kasih uang muka kemudian dibangun sampai 100 persen salurannya. Semua pada mau. Akhirnya Kota Gorontalo tidak pernah banjir lagi”

“Jadi sebenarnya sebelum Jokowi menemukan KPBU, pak Adhan sudah melaksanakannya dulu” kata Ishak Liputo

Sementara itu Adhan Dambea menegaskan, pada dasarnya ia menyetujui pengembangan rumah sakit RSUD Hasri Ainun Habibie. Hanya skema pembangunannya yang dikritisi.

“Saya setuju jika RS Ainun ini dikembangkan. Hanya cara pengembangannya yang saya kritisi” tegas Adhan

Hingga berita ini diturunkan, FGD Pengembangan dr. Hasri Ainun Habibie itu masih sementara berlangsung yang dihadiri oleh Sekda Provinsi Gorontalo Darda Daraba, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Paris R.A Jusuf, Ketua LSM Yaphara Adhan Dambea, serta pembanding lainnya.(rds)

Penulis : Fry

Comments are closed.