Soal Stunting, Nelson: Hampir 30 Persen Anak Indonesia Mengalami Stunting

  • Whatsapp
Bupati Nelson Pomalingo saat menghadiri kegiatan Rembuk Stanting Kabupaten Gorontalo Tahun 2019 di Gedung Grand Diner, Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Selasa (30/7/2019). Foto : Istimewa

60DTK – KABGOR: Bupati Nelson Pomalingo mengatakan, stunting masih menjadi masalah baik ditingkat Nasional maupun Daerah, tidak terkecuali dengan Kabupaten Gorontalo. Menurutnya hampir 30 persen anak – anak di seluruh wilayah Indonesia mengalami stunting.

Hal itu sampaikan Nelson usai kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Gorontalo Tahun 2019 yang berlangsung di Gedung Grand Diner, Kelurahan Hepuhuawa, Kecamatan Limboto, pada Selasa (30/07/19).

“Kalau ini dibiarkan, maka ini akan menjadi beban dan bahkan anak – anak tidak bisa berkembang dengan baik. Sehingganya, masa depan negara dan daerah juga tidak akan baik,” tutur Nelson.

Nelson mengaku, Pemkab Gorontalo terus melakukan upaya penurunan angka stanting melalui OPD. Dengan alasan, intervensi penurunan angka stunting tersebut harus dimasukan dalam rencana kerja pada satuan pimpinan OPD setiap tahunnya.

“OPD dan lintas sektor lainnya secara langsung memberikan kontribusinya. Intervensi melawan stunting dan upaya – upaya ini telah disinergikan bersama,” imbuhnya.

Sementara itu, kaitannya dengan kegiatan rembuk stanting kali ini Bupati bergelar Profesor itu mengatakan, kegiatan ini bertujuan guna mewujudkan pembekalan pokja stunting yang nantinya akan diperluas cakupannya di 60 desa.

“Pada tahun sebelumnya cakupan ini hanya ada pada 10 desa prioritas penanganan stunting,” ucapnya.

Mantan Rektor UNG dan UMGo ini pun  menegaskan, jika ada desa yang tidak memperhatikan itu maka diberikan hukuman atau Punishment.

“Salah satunya terkait pencairan dana desa bahkan pemberhentian kepala desa. Sebab itu adalah bagian dari penilaian kinerja dan pertanggungjawaban,” tegas Bupati Kabgor.

Ditempat yang sama, Kepala dinas Kesehatan, Roni Sampir mengatakan bahwa melalui acara rembuk stunting dapat membangun kapasitas dan komitmen seluruh lintas sektor untuk merencanakan, mengimplementasikan, memantau dan mengevaluasi intervensi-intervensi yang konvergen untuk mengurangi angka stunting.

“Bagaimana cara menangani stunting secara konvergensi, semua dinas terkait akan dilibatkan disamping Dinas Kesehatan menjadi sektor pencegahan stunting itu,” tandas Roni. (rls/andi)

Pos terkait