60DTK.COM – Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menyatakan saat ini adalah momentum tepat bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Gorontalo untuk menangkap peluang investasi strategis senilai Rp4,4 triliun.
Pernyataan itu disampaikan Sofian saat mewakili Gubernur Gorontalo membuka Forum Bisnis Daerah (Forbisda) BPD HIPMI Gorontalo Masa Bakti 2025–2028, di Azlea Convention Center, Senin (11/05/2026).
Sofian mendorong pengusaha muda agar tidak melewatkan dua program investasi strategis yang tengah terbuka. Program hilirisasi ayam terintegrasi mencakup pembangunan dua pabrik pakan, cold storage, rumah potong unggas, hingga penyediaan DOC dengan kapasitas produksi 20.000 ton dan nilai investasi lebih dari Rp3 triliun. Sementara Kampung Nelayan Merah Putih akan dibangun di 76 titik se-Gorontalo tahun ini dengan investasi senilai Rp1,4 triliun.
“Jangan ketinggalan, karena besar sekali investasinya. Ini peluang yang harus ditangkap oleh HIPMI Gorontalo,” tegasnya.
Selain dua program tersebut, Sofian juga menyoroti peluang lain yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Pesawat kargo yang rutin mengangkut 5 hingga 15 ton barang pesanan daring ke Gorontalo selalu kembali dalam kondisi kosong. Ia mendorong HIPMI untuk mulai mengisi kapasitas kosong tersebut dengan produk-produk unggulan daerah, sebagaimana yang telah dilakukan pelaku usaha di Sulawesi Tengah dengan komoditas ikan dan buah-buahan.
Dorongan itu disampaikan di tengah pertumbuhan ekonomi Gorontalo yang menggembirakan. Pada triwulan I 2026, ekonomi Gorontalo tumbuh 7,68 persen, melampaui pertumbuhan nasional yang berada di angka 5,4 persen. Sektor perdagangan dan transportasi menjadi penggerak utama di luar pertambangan, dan Sofian meyakini masih banyak sektor lain yang akan ikut tumbuh seiring investasi yang terus masuk ke daerah.
Sofian turut menyinggung kondisi ketenagakerjaan yang masih perlu dibenahi. Dari sekitar 900.000 angkatan kerja di Gorontalo, sebanyak 61 persen masih berada di sektor informal. Ia berharap masuknya investasi baru yang didorong HIPMI dapat menjadi langkah nyata untuk menggeser tenaga kerja informal menuju sektor formal, sekaligus meningkatkan produktivitas daerah.
Sofian menyampaikan harapan agar HIPMI Gorontalo terus memperbanyak kegiatan serupa ke depan. Ia menilai Forbisda merupakan sumbangsih nyata kalangan pengusaha muda dalam mendukung visi Gorontalo Emas 2045 yang dibangun di atas tiga transformasi utama, yakni transformasi sosial, tata kelola, dan ekonomi.
Kegiatan Forbisda tersebut turut dihadiri oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo, Ketua DPRD Kota dan Kabupaten Gorontalo, perwakilan DPP HIPMI Pusat, serta pengurus HIPMI dari seluruh kabupaten/kota di Gorontalo. (adv)






