Sudah Rusak Selama 4 Tahun, Dinas PUPR Segera Tinjau Jembatan Di Polohungo

  • Whatsapp
Aktivitas masyarakat Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo saat musim penghujan, akibat jembatan yang rusak parah.

60DTK-KABGOR – Kepala Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gorontalo, Ansor Napu mengatakan, dalam waktu dekat pihaknya akan turun lapangan guna melakukan pengecekan kondisi terkini salah satu jembatan di Desa Polohungo, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo.

Hal ini dilakukan menanggapi adanya unggahan di media sosial facebook -dalam hal ini di Portal Gorontalo oleh salah satu warganet dengan nama akun Rahmat Maku pada tanggal 20 Juni 2019 yang memperlihatkan aktivitas masyarakat di lokasi jembatan tersebut saat musim penghujan.

Bacaan Lainnya

Baca juga : Kini, Ini Yang Terjadi Pada Siswi SMP Yang Viral Ngelem Di Media Sosial

“Insyaallah hari Senin pekan depan kita akan turun. Kita lihat kondisinya bagaimana, kemudian penanganannya,” ucap Ansor saat ditemui, Jumat (21/06/2019) sore.

Ansor mengungkapkan, jauh sebelumnya pihaknya telah menerima laporan terkait jembatan tersebut. Namun karena kesibukan yang begitu padat, OPD Pemerintah Kabupaten Gorontalo ini baru akan melakukan pengecekan.

“Perbaikan jembatan ini juga tahun lalu belum masuk di anggaran. Jadi setelah pengecekan ini akan dimasukkan ke anggaran. Kan begitu prosedurnya,” imbuhya.

Sementara itu, salah satu masyarakat Desa Polohungo, Rahmat Maku saat dikonfirmasi menjelaskan, jembatan yang menghubungkan Desa Binajaya dan Polohungo tersebut setidaknya sudah rusak sejak 4 tahun lalu.

“Jembatan itu rusak (putus) akibat banjir deras,” jelas Rahmat saat dihubungi melalui sambungan telepon WhatsApp, Jumat (21/06/2019) malam.

Tidak hanya itu, Rahmat juga mengatakan kerusakan jembatan yang menjadi akses utama tersebut memberikan banyak dampak bagi aktivitas masyarakat setempat.

“Kalau musim hujan, ada orang sakit kita sulit untuk pergi berobat. Hasil pertanian juga diangkut setelah air surut. Guru – guru juga tidak bisa datang di sekolah untuk mengajar. Bahkan sampai hari ini sudah ada 4 orang meninggal di sungai itu akibat terseret air,” paparnya.

Untuk itu, Ia mengharapkan kepada pemerintah daerah khususnya Dinas PUPR agar segera turun tangan dalam menyelesaikan masalah ini.

“Walaupun hanya dibangun jembatan seadanya dulu, itu sudah cukup untuk kami,” pungkasnya.

 

 

Pewarta : Andrianto Sanga
Editor : Nikhen Mokoginta

Pos terkait