60DTK.COM – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah mengingatkan seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di Gorontalo untuk jalankan Program Makan Bergizi Gratis atau MBG sesuai standar pemerintah.
Peringatan itu ia sampaikan saat meninjau langsung pembagian MBG di SMP Negeri 1 Tabongo dan SMA Negeri 1 Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/8/2026).
Dalam peninjauan itu, Idah memastikan kualitas menu yang siswa terima sudah memenuhi aspek gizi, kebersihan, dan kelayakan konsumsi.
Di SMP Negeri 1 Tabongo, 121 siswa menerima menu ayam rica, sayur labu, tahu goreng, dan buah pisang. Sementara 1.278 siswa di SMA Negeri 1 Tibawa menerima menu ayam bumbu pop, sayur, tempe, serta buah manggis.
Menurut Idah, kualitas makanan yang SPPG sajikan menunjukkan perkembangan semakin baik dibanding sebelumnya. Kondisi itu mencerminkan meningkatnya tanggung jawab SPPG dalam menjalankan program strategis nasional tersebut.
“Dari hasil yang saya lihat hari ini, kualitas menu sudah menunjukkan kemajuan. Makanan yang disajikan enak, bergizi, layak, dan terlihat lebih baik. Ini tentu harus terus dipertahankan karena yang kita layani adalah anak-anak yang membutuhkan makanan berkualitas,” ujar Idah.
Idah mengatakan, peningkatan kualitas pelayanan tidak lepas dari komitmen Kepala Badan Gizi Nasional atau BGN yang baru, Sudaryono, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.
Menurutnya, Kepala BGN sudah memberikan peringatan tegas kepada seluruh pengelola SPPG agar patuh pada seluruh standar operasional pelaksanaan Program MBG.
“Kepala BGN yang baru sangat tegas. Sudah terbukti apabila ada SPPG yang tidak memenuhi standar atau melanggar ketentuan, langsung ditutup secara permanen. Ini menjadi peringatan bagi seluruh pengelola SPPG agar benar-benar bertanggung jawab dalam mengelola anggaran negara yang diperuntukkan untuk program MBG,” tegasnya.
Karena itu, Idah meminta seluruh pengelola SPPG di Gorontalo terus menjaga kualitas makanan, mulai dari proses pengolahan hingga makanan tiba di tangan siswa.
Ia menegaskan program MBG bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga memastikan setiap anak memperoleh asupan bergizi yang aman dan berkualitas.
“Sebenarnya hari ini saya ingin sidak ke dapur SPPG, tetapi saya memilih datang langsung ke sekolah. Dari makanan yang diterima anak-anak, kita sudah bisa melihat bagaimana tanggung jawab pengelola SPPG dalam menjalankan tugasnya. Tapi nanti pasti kita akan sidak lagi ke SPPG-SPPG,” katanya.
Idah juga mengapresiasi dua SPPG yang melayani sekolah-sekolah yang ia tinjau karena hingga saat ini belum pernah menerima sanksi maupun penutupan akibat pelanggaran. Menurutnya, kondisi tersebut harus terus bertahan lewat komitmen menjaga mutu pelayanan. (adv)






