Tumbilotohe Atau Tumblr-tohe ?

60DTK-KABGOR – Kepala Bidang Pariwisata Disporapar Kabupaten Gorontalo, Romy A. Isa, mengharapkan masyarakat khususnya di Kabupaten Gorontalo dapat mempertahankan penggunaan lampu tradisional seperti padamala, tohe tutu, tonggoloopo, dan alikusu saat pelaksanaan tumbilotohe nanti.

Pasalnya, penggunaan lampu listrik (read: tumblr) saat malam tumbilotohe di Gorontalo, setiap tahunnya sudah semakin marak. Padahal, tumbilotohe sendiri harusnya merupakan tradisi yang bisa mencerminkan budaya Gorontalo.

Baca juga : Festival Tumbilotohe, Padamala, Tonggoloopo Dan Alikusu Punya Nilai Tinggi

“Kita tidak bisa pungkiri perkembangan zaman itu ada. Tapi kalau memang masyarakat mau menggunakan lampu hias pada tumbilotohe, tetap jangan terlalu mendominasi. Kita harus mempertahankan lampu aslinya itu,” tutur Romy saat diwawancarai, Jumat (24/5/2019).

Saat disinggung mengenai penilaian Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo terhadap lampu tradisional yang mendapat porsi 70 persen pada festival tumbilotohe nanti, Romy mengaku hal itu sejalan dengan harapan Disporapar Kabupaten Gorontalo.

“Kita jangan terlena dengan perkembangan zaman, sehingga kebudayaan kita yang dari dulu itu tergilas. Maka 70 persen penilaian untuk lampu tradisional itu akan sangat bagus untuk mendorong masyarakat gunakan lampu tradisional,” tandasnya.

 

 

Pewarta : Andrianto Sanga
Editor : Nikhen Mokoginta

Comments are closed.