Wartawan Se-Gorontalo Boikot Pemberitaan Polda

60DTK, Gorontalo: Mulai hari ini, Kamis (15/10/2020), wartawan se-Provinsi Gorontalo tidak akan lagi memuat berita dari Polda Gorontalo. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan wartawan karena Kapolda Gorontalo enggan menemui mereka saat melakukan aksi damai di depan Mapolda Gorontalo.

“Mulai hari ini, kami akan memboikot pemberitaan dari Polda Gorontalo, karena Kapolda dan Wakapolda enggan menemui kita,Kawan-kawan,” ungkap Koordintor Lapangan Aksi, Helmi Rasid dengan suara lantangnya.

Aksi damai wartawan se-Gorontalo ini terjadi sebagai bentuk protes kepada Polda Gorontalo akibat adanya dugaan intimidasi dan pembungkaman kerja-kerja jurnalistik saat liputan demo penolakan UU Cipta Kerja di Gorontalo.

(Foto: Nikhen 60dtk)

“Kalau ada release kita diundang, tapi saat meliput demo kita diintimidasi. Ini ada apa,” tegas Yudistira Saleh dalam orasinya.

Massa aksi juga menyuarakan tentang kekecewaan salah satu petinggi Polda yang selalu mengeluarkan ungkapan hoaks kepada pemberitaan wartawan Gorontalo. 

“Kami telepon tidak diangkat, kami WA hanya dibaca. Setelah berita naik dibilang hoaks. Ada apa ini?” tegas Yudistira.

Sebagai bentuk kekecewaan itu, massa aksi dari wartawan se-Gorontalo itu meminta kepada Kapolda Gorontalo untuk mengganti Kabid Humas Polda Gorontalo.

Boikot pemberitaan terhadap Polda Gorontalo itu pun akan dilakukan hingga Kapolda Gorontalo mengganti Kabid Humas. (rds)