‘Drama Boalemo’, Menguak Musuh Dalam Selimut

0

60DTK – GORONTALO : Belum sempat kami memasuki kediaman pribadi Gubernur Rusli Habibie di Kelurahan Moodu, kami sudah dikejutkan dengan Mobil Bupati Boalemo Darwis Moridu yang terparkir di depan pintu gerbang rumah yang kental dengan nuansa jawa itu.

Keheranan kami itu, mengingat sepekan ini kedua figur itu, saling berseteruh. Benar saja ketika kami memasuki rumah itu, Bupati Boalemo Darwis Moridu terlihat berada kediaman Gubernur Rusli. Tak tersirat sedikit pun, panasnya seteru yang terjadi hampir sepekan.

Konon ada yang bilang, polemik pekan kemarin itu, hanya sandiwara belaka. Benarkah.? Ini fakta – faktanya.

Alih – alih menghadirkan seluruh partai anggota koalisi Jokowi – Ma’ruf Amin, Pertemuan di Moodu justru hanya di hadiri petinggi Golkar dan PDIP. Tidak ada pembahasan tertutup, bahkan wartawan dibolehkan meliput dan mendengarkan secuil pembicaraan mereka. Dan dari pembicaraan itu, tak sedikit pun menyentil soal polemik Boalemo.

Belum lagi mereka yang hadir, seperti Ketua DPD PDIP Kris Wartabone, La Ode Haimudin, Darwis Moridu, Paris Jusuf, Fikram Salilama dan tentunya Rusli Habibie, terlihat begitu santai sambil sesekali tertawa lepas. Catat, lagi – lagi mereka tidak bahas soal insiden Boalemo.

Hanya saja sempat terungkap, sepekan polemik itu berjalan, ada pihak – pihak yang coba memanfaatkan itu. Ironisnya, pihak yang dimaksud tersebut, adalah mereka yang notabene bagian dari anggota koalisi Jokowi – Ma’ruf.

Mulai dari telepon ke Ketua DPD PDIP, hingga ada yang langsung mendatangi Darwis. Seakan termakan umpan, oknum tersebut bermaksud memperkeruh suasana, mengajak berkoalisi untuk menyerang Gubernur.

Sayang, dikonfirmasi usai pertemuan, baik Rusli, Darwis, Kris, maupun La Ode, ogah membocorkan siapa oknum itu, dan dari partai apa. Mereka menjawabnya dengan berkelakar. “ah.. kalian (wartawan) sudah tahu itu siapa,” ungkap mereka bercanda.

Tapi yang menurut mereka, informasi yang mereka peroleh itu, akan menjadi bahan pelaporan di pusat (TKN Jokowi – MA).

Sementara itu, menurut pengamat politik, insiden Boalemo bukan bentuk perpecahan koalisi. Justru menurut mereka, jika kondisi yang terbangun seperti pertemuan Moodu, maka insiden itu hanyalah cara Rusli Habibie, untuk mengetahui siapa yang berjuang untuk Jokowi dan siapa yang tidak. tidak bekerja, dan siapa yang malah menggembosi koalisi. Dan menariknya, cara itu berhasil. (rds)

Tinggalkan Balasan