Anggarkan Dana Besar, Bukti Pemkot Gorontalo Seriusi Penurunan Stunting

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid saat menghadiri kegiatan FGD tentang strategi dan kebijakan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menurunkan stunting. Kegiatan berlangsung di Kampus UNG, Kota Gorontalo, Jumat (15/07/2022). (Foto: Humas)

60DTK, Kota Gorontalo – Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo menganggarkan dana sebesar Rp12.209.327.115 untuk program penanganan dan penurunan angka stunting.

Alokasi dana cukup besar yang bersumber dari kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Gorontalo tahun 2022 itu menjadi bukti bahwa pemerintah daerah setempat sangat menyeriusi masalah ini.

Bacaan Lainnya

“Persoalan ini bukan persoalan bangsa di masa sekarang saja, melainkan menyangkut masa depan kita. Anak-anak itu adalah generasi penerus, merekalah masa depan kita,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Gorontalo, Ismail Madjid, Jumat (15/07/2022).

“Bagaimana kita mencapai visi indonesia emas 2045 kalau modal dasarnya, yaitu anak-anak bangsa, mengalami stunting. Akan terganggu perkembangan kognitif dan kesehatannya,” tambah Ismail.

Menurut Ismail, masalah stunting ini juga telah menjadi perhatian dalam skala nasional. Berdasarkan data yang Ia paparkan, setidaknya ada satu di antara tiga balita di Indonesia yang mengalami stunting.

Karena hal ini, Presiden RI, Joko Widodo pada Agustus 2021 lalu mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang substansinya mengadopsi strategi nasional percepatan penurunan stunting tahun 2018 sampai 2024.

Regulasi itu, kata Ismail, secara tegas meminta gubernur, bupati, dan wali kota supaya memastikan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas di daerahnya masing-masing.

“Menyambut regulasi ini, Pemkot Gorontalo mengeluarkan SK Wali Kota Nomor 164/15/III/ Tahun 2021 tentang Pembentukan Tim Percepatan Stunting, serta Peraturan Wali Kota Nomor 6 Tahun 2022 tentang Percepatan Pencegahan dan Penanganan Stunting Terintegrasi,” bebernya.

Berdasarkan regulasi-regulasi yang sudah ada ini, jajaran pemerintah bersama stakeholder melaksanakan berbagai program untuk mengintervensi stunting. Khusus di tahun 2022 ini, ada sebanyak 14 kelurahan yang menjadi lokus penanganan stunting di Kota Gorontalo.

“Dengan delapan aksi terintegrasi yang melibatkan seluruh stakeholder terkait, program penurunan stunting di Kota Gorontalo diharapkan berhasil dan mencapai target,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait