Baru Saja Dilantik, DPRD Kabupaten Pohuwato Didemo Mahasiswa

Beberapa Anggota DPRD Kabupaten Pohuwato yang tengah menghadapi masa aksi, Senin (26/08/2019). (Foto - Effendi 60dtk.com)

60DTK – GORONTALO – Usai mengucapkan sumpah di hadapan masyarakat dan sejumlah stakeholder yang hadir, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pohuwato langsung dijamu dengan aksi damai yang dilakukan oleh Kerukunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Pohuwato cabang Gorontalo (KPMIP-G) di depan Kantor DPRD, Senin (26/08/2019).

Pada aksi tersebut, mahasiswa yang tergabung dalam organisasi daerah itu menilai bahwa jajaran DPRD pada periode sebelumnya belum tuntas menyelesaikan segala bentuk persoalan yang terjadi di Kabupaten Pohuwato.

Baca juga : Tersangka Pencurian Motor Curanmor Sudah Dilimpah Ke Kejaksaan

Hal itu disampaikan oleh Ketua KPMIP-G, Abdul Wahid Y. Mohi pada orasinya. Menurutnya, sejumlah masalah masih mandek akibat lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan belum mampu menyelesaikan masalah yang merugikan masyarakat.

“Di Kecamatan Lemito sering terjadi pengeboman ikan secara ilegal. Di Kecamatan Randangan ada masalah pembebasan lahan dari pembangunan bendungan yang sampai saat ini belum ada ganti rugi serta pembangunan bandara yang tak kunjung selesai. Di Kecamatan Paguat terjadi masalah di bidang pariwisata, salah satunya Pantai libuo yang mulai sepi akibat kurangnya sentuhan dari pemerintah. Sementara di Kecamatan Buntulia ada masalah pertambangan dari empat perusahaan yang berujung pada kerusakan lingkungan. Inilah persoalan yang seharusnya di lima tahun kemarin sudah bisa diselesaikan,” tegas Abdul Wahid dalam orasinya.

Abdul pun berharap, di tambahan satu periode kedepan, pemerintah -dalam hal ini DPRD Kabupaten Pohuwato bisa sesegera mungkin berkoordinasi dengan pihak terkait untuk sama – sama menyelesaikan persoalan di Kabupaten Pohuwato tersebut.

“Kami berikan waktu 100 hari kerja untuk Pemerintah Kabupaten Pohuwato khususnya DPRD Kabupaten Pohuwato untuk menindaklanjuti tuntutan kami pada hari ini,” tandasnya.

Meski begitu, sayangnya pada kesempatan itu 25 wakil rakyat belum menanggapi apa yang menjadi tuntutan dari mahasiswa itu. Namun, lima anggota dari masing – masing Dapil telah menandatangani pakta integritas yang sudah disiapkan oleh mahasiswa KPMIP-G.

 

 

 

Pewarta : Moh. Effendi
Editor : Nikhen Mokoginta

Comments are closed.