60DTK.COM, Gorontalo : Keluhan petani di Desa Taluduyunu, Kecamatan Telaga Biru, langsung mendapat respons cepat dari Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail. Saat meninjau kondisi lahan pertanian yang mengalami kesulitan air, Gusnar tidak hanya mendengar aspirasi warga, tetapi juga langsung menginstruksikan pembangunan sistem irigasi berbasis air tanah untuk membantu keberlangsungan musim tanam.
Bagi para petani, persoalan utama bukan lagi benih atau pupuk, melainkan ketersediaan air yang semakin tidak menentu. Kondisi itu membuat sebagian lahan terancam tidak dapat diolah secara optimal.
Gusnar menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menunggu masalah semakin besar sebelum bertindak. Ia meminta dinas terkait segera melakukan langkah teknis, mulai dari identifikasi sumber air tanah, penyusunan desain jaringan irigasi, hingga percepatan pelaksanaan di lapangan.
“Pertanian harus kita jaga. Kalau air tersedia, petani bisa tanam dengan tenang dan produksi bisa dipertahankan,” tegas Gusnar di hadapan petani.
Langkah yang dipilih adalah pemanfaatan air tanah sebagai sumber irigasi alternatif, sehingga petani tidak sepenuhnya bergantung pada curah hujan. Sistem ini dinilai lebih adaptif menghadapi musim kemarau dan perubahan iklim yang mulai dirasakan masyarakat.
Kehadiran gubernur di tengah petani disambut antusias. Sejumlah warga mengaku baru kali ini persoalan kekurangan air langsung ditindaklanjuti dengan instruksi konkret di lokasi.
Selain irigasi, Gusnar juga meminta pemerintah daerah memperhatikan kebutuhan pendukung pertanian lainnya agar lahan yang sudah mendapat pasokan air dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Pemerintah Provinsi Gorontalo menilai penguatan infrastruktur air menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pangan daerah. Dengan tersedianya irigasi yang lebih andal, produktivitas pertanian diharapkan tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca yang semakin tidak menentu.
Bagi petani Taluduyunu, instruksi itu bukan sekadar janji pembangunan. Mereka berharap langkah cepat pemerintah benar-benar menjadi awal dari berakhirnya persoalan kekeringan yang selama ini menghambat hasil panen.






