Deprov Temukan Masalah Pengelolaan Limbah Medis di RSUD MM Dunda Limboto

  • Whatsapp
Jajaran Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo saat meninjau tempat penampungan sementara (TPS) limbah medis di RSUD MM Dunda Limboto, Senin (16/05/2022). (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Jajaran Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo kembali melakukan monitoring pengelolaan limbah medis di rumah sakit.

Setelah mengunjungi RSUD dr. Hasri Ainun Habibie, RSUD Prof. Dr. Aloei Soboe Kota Gorontalo, dan RSUD Toto Kabila beberapa hari lalu, kali ini mereka mendatangi RSUD MM Dunda Limboto, Senin (16/05/2022).

Bacaan Lainnya

Usai melakukan diskusi dengan pihak pengelola dan melihat langsung tempat penampungan sementara (TPS), para anggota legislatif itu mendapatkan setidaknya dua masalah yang dihadapi RSUD MM Dunda Limboto dalam pengelolaan limbah medis.

“Kita lihat tadi tempat penampungan sampahnya itu masih terbuka, dan itu seharusnya tertutup. Ini butuh perhatian pemerintah dan harus jadi prioritas untuk dianggarkan,” ungkap Koordinator Komisi IV, Sofyan Puhi.

Selain tempat penampungan sampah yang masih terbuka, kata Sofyan, kerja sama antara RSUD MM Dunda Limboto dengan pihak ketiga terkait pengangkutan sampah medis telah berakhir belum lama ini.

“Mereka saat ini masih sementara negosiasi dengan pihak ketiga. Sambil menunggu itu, kami harap pengelolaan sampah tetap dilakukan secara maksimal,” tandasnya.

Terpisah, Direktur RSUD MM Dunda Limboto, dr. Alaludin Lapananda menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya melakukan pengelolaan limbah medis sesuai SOP.

Meski begitu, Ia mengakui tempat penampungan sementara di rumah sakit yang dipimpinnya itu belum permanen dan untuk sementara waktu masih ditutupi dengan seng.

“Memang kami sudah anggarkan sebelumnya untuk pembuatan TPS permanen, tapi anggarannya itu masih dialihkan untuk penanganan covid-19. Tapi semoga dalam waktu dekat ini kami akan membangun TPS permanen,” aku Alaludin.

Mengenai kerja sama RSUD MM Dunda Limboto dengan PT Tenang Jaya, Ia menuturkan telah berakhir pada April lalu. Saat ini mereka masih menyaring perusahaan yang mampu menawarkan konsep kerja sama yang lebih baik dari sebelumnya.

“Kami mencari perusahaan yang siap menempatkan cold storage yang bisa dikatakan lebih aman daripada TPS, karena dilengkapi dengan pengaturan suhu. Kita masih menunggu presentasi dari PT Tenang Jaya, mungkin besok. Semoga kerja sama kami dengan pihak ketiga secepatnya terealisasi,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait