Di Gorontalo, Guru dan Siswa-siswi Peluk Pohon Sebagai Kampanye untuk Menjaga dan Melestarikan Pohon

60DTK – Gorontalo: Dalam rangka merayakan hari pohon sedunia, para guru dan siswa-siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN ) 2 Limboto, menggelar aksi peluk pohon sebagai kampanye menjaga pohon yang kian hari terus hilang akibat penebangan.

Nur Dea Wahab, Siswa SMAN 2 Limboto yang masih duduk di bangku kelas 12 tersebut memberikan tanggapannya mengenai aksi peluk pohon yang mereka lakukan hari ini.

“Kami melakukan aksi peluk pohon ini, karena mengetahui fungsi pohon melalui pemaparan dari Kakak-kakak Biota tadi. Dari sosialiasi tentang hari pohon sedunia dan manfaat pohon itu sendiri, saya menyadari betapa pentingya pohon bagi kehidupan manusia,” ujar Nur Dea kepada wartawan, Kamis (21/11/2019).

Djarham Junus selaku Wakasek Sarana SMAN 2 Limboto juga memeluk pohon sebagai kampanye peduli pohon. Foto: Zulkifli M.

expo

Nur Dea juga merasa bersyukur dengan melalui kegiatan ini bisa mengetahui jenis-jenis pohon lainnya, dan bisa mengetahui mana pohon dan bukan pohon.

“Melalui kegiatan ini kita dapat menyadari kesadaran kita terhadap keberadaan pohon, agar kita tidak menebang pohon dengan sembarangan, karena banyak manfaat dari pohon-pohon tersebut.”

Ia juga menegaskan, salah satu keberadaan pohon yang saya anggap penting, ialah karena pohon dapat memberikan oksigen, otomatis manuisa di dunia ini tidak dapat hidup karena tidak ada pohon.

“Maka dari itu pohon jangan ditebang biar suatu saat kita masih dapat menghirup oksigen.  Selain itu, harapan saya juga agar semua orang diluar sana, tidak menebang pohon secara sembarangan karena menyangkut hajat hidup orang banyak apalagi sampai membakar hutan dengan secara sembarangan,” tegasnya.

Aksi peluk pohon yang dilakukan oleh guru dan siswa-siswi SMAN 2 Limboto ini merupakan bagian dari kampanye peduli pohon yang disemarakan oleh Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota) pada peringatan hari pohon sedunia yang jatuh hari ini.

“Hari pohon sedunia ini selalu diperingati setiap tanggal 21 November, dan kami dari Biota menggelar festival peluk pohon untuk menyebarkan kabar ke semua masyarakat Gorontalo agar tetap menjaga pohon dan jangan menebangnya,” ujar Fahriany Hasan atau biasa disapa Ririn selaku panitia dan anggota Biota.

Ririn juga mengatakan, kegiatan festival peluk pohon ini untuk mengingat betapa pentingnya keberadaan pohon di sekitar kita. Serta terus mendukung daerah Gorontalo menuju daerah yang hijau.

“Selanjutnya gerakan peduli pohon yang terus dilakukan oleh Biota tidak hanya berhenti di sekolah SMAN 2 Limboto, tapi ke depan kami akan terus mencari sekolah yang belum hijau untuk kita sosialisasikan tentang fungsi dan manfaat dari pohon itu sendiri,” ujarnya.

Penulis: Zulkifli M.

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles