Festival Peluk Pohon, Cara Biota Memperingati Hari Pohon Sedunia

60DTK – Gorontalo:  Merayakan hari pohon sedunia yang jatuh setiap tanggal 21 November, perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota) melaksanakan festival peluk pohon sebagai kampanye penyelamatan pohon di Gorontalo. Festival peluk pohon ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Limboto, Kabupaten Gorontalo, dengan mengusung tema: Tanam, Rawat, dan Jaga Pohonmu. Kamis (21/11/2019).

Fahriany Hasan selaku panitia dan juga anggota Biota itu memaparkan kepada siswa-siswi yang hadir tentang fungsi dan manfaat pohon yang berada di sekeliling kita. Ia juga mengatakan, maksud dan tujuan festival peluk pohon ini untuk menjaga pohon dari proses tanam, merawat, hingga menjaga pohon ketika tumbuh menjadi besar bukan malah ditebang.

“Peluk pohon itu artinya menjaga pohon, bukan malah menebangnya. Ini maksud dari festival peluk pohon ini,” ujar Fahriany.

Para siswa-siswi saat mendengarkan paparan Fahriany Hasan tentang fungsi dan manfaat pohon. Foto: Zulkifli

Menurutnya juga ada tujuh fungsi dan manfaat pohon harus kita tahu, di antaranya: pohon menghasilkan oksigen, menghasilkan air bersih, menjaga perubahan iklim, meningkatkan kemampuan berpikir; mengendalikan suhu dan kelembapan, menjaga kesuburan tanah, dan menjaga serta mengurangi erosi pantai.

“Ketujuh fungsi yang saya sampaikan tadi itu merupakan manfaat pohon yang dapat kita rasakan, makanya penting untuk kita menjaga dan melesatarikan pohon yang ada saat ini,” paparnya saat memberikan materi di depan siswa-siswi SMAN  2 Limboto.

Ia juga mengungkapkan, pemilihan tempat SMAN 2 Limboto sebagai tempat pelaksanaan festival peluk pohon dalam rangka hari pohon sedunia, alasannya karena sekolah ini pernah meraih penghargaan Wiyata Mandala dan sekolah berwawasan lingkungan.

“Tujuan kami Biota selain memberikan pemahaman terhadap siswa dan guru mengenai fungsi pohon, kami juga mau mengajak mereka untuk tidak sembarangan lagi menebang pohon. Apalagi umur pohon yang sudah tua dan lama, dan pemahaman tentang pohon besar yang dapat membahayakan banyak orang. Karena sejatinya pohon ini berfungsi menyumbang oksigen yang kita hirup dan 1 batang pohon itu juga bisa menyelamatkan banyak unsur di alam; dari darat sampai dilaut,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, kegiatan festival peluk pohon ini mendapat respon yang positif dari pihak sekolah, terutama guru-guru.

“Kegiatan dari Biota ini sangat bagus, apalagi sekolah kami kemarin mendapat penghargaan sebagai sekolah lingkungan, dan tahun 2015 kemarin juga pernah mendapat penghargaan Adiwiyata,” ucap Ben Mulyono Rauf, selaku Wakasek Manajemen Butuh SMAN 2 Limboto.

Ben juga mengatakan, hampir setiap tahunnya sekolah ini terus mengadakan penanaman pohon. Bahkan ada beberapa pohon yang telanjur dikembalikan karena sudah tidak ada lahan untuk ditanami.

“Setiap tahun itu kami selalu dapat suplai bibit pohon untuk ditanami. Dan itu sudah jadi kewajiban. Karena indikasi dari penilaian Wiyata Mandala tadi.”

Kata Ben Juga, selain penanaman dan penghijauan, di SMAN 2 Limboto punya bank sampah dan pengomposan. Jadi sisa makanan dan sampah siswa-siswi langsung ke bank sampah dan pengomposan tadi.

“Jadi sampah plastik langsung ke bank sampah, kalau sampah sisa makanan,rumput, dan daun ke pengomposan. Dan semuanya itu kami buat secara swadaya, tidak dapat dana dari pihak manapun. Begitupun dengan pengelolaannya dari pihak sekolah, ada guru yang mendapat tugas untuk mengelola bank sampah dan pengomposan tersebut,” tambahnya di akhir wawancara.

Penulis: Zulkifli M.

Comments are closed.