Di Sulawesi Utara, Tersimpan beberapa Benda Bersejarah Gorontalo

60DTK-Gorontalo: Tak hanya di Museum Purbakala Popa Eyato, ternyata benda-benda bersejarah Gorontalo lainnya, juga tersimpan di luar daerah seperti Sulawesi Utara.

“Ada koleksi-koleksi kita memang yang ada di Sulut. Kita pernah ke Sulut, mereka menganjurkan kita membuat replikas saja”, jelas Kepala Sub Bagian Tata Usaha Museum Purbakala Popa Eyato Provinsi Gorontalo, Suharto Nasaru.

Menurut Suharto, anjuran dari Sulut untuk Museum Purbakala Popa Eyato itu sangat simple dan memiliki dasar yang kuat. Pasalnya menurut mereka (Sulut), benda-benda itu yang membuktikan bahwa Gorontalo pernah menjadi bagian dari Sulawesi Utara.

“Alasan mereka simpel tapi kuat, mereka mengatakan bahwa itu bukti (barang-barang disana) Gorontalo pernah jadi bagian Sulawesi Utara”, jelas Suharto ditemui di ruang kerjanya.

Adapun benda-benda bersejarah yang tersimpan di Sulawesi Utara diantaranya seperti benda peninggalan Nani Wartabone, benda berbahan kuningan dan keramik serta kerangka Oluhuta.

“Ada kayak peninggalan-peninggalan Pak Nani banyak di sana (Sulut). Baru ada yang dari kuningan dan keramik banyak di sana. Terus ada kerangka Oluhuta“, bebernya.

Selain itu, tersimpan pula kerangka manusia yang tergolong purba. Selain itu, tersimpan juga 12 kerangka lainnya yang ditemukan di situs Olele.

“Di sana itu ada yang ditemukan di Olele termasuk manusia purba. Situs Olele itu ada 12 kerangka yang ditemukan di sana, dan itu ada di Manado. Jadi kita cuma disuruh membuat teplikanya saja”, kata Suharto.

Hingga saat ini, Museum Purbakala Popa Eyato Provinsi Gorontalo telah mengoleksi sebanyak 453 benda-benda bersejarah. Benda-benda itu terdiri dari alat transportasi tradisional, alat penangkap ikan dan rumah tangga tempo dulu, hingga senjata-senjata tradisional Gorontalo. (adv/rds)

Comments are closed.