Gorontalo Utara Mulai Jalankan Program One Day One Egg

  • Whatsapp
Gorontalo Utara Mulai Jalankan Program One Day One Egg
Penjabat Gubernur Gorontalo Hamka Hendra Noer (tiga dari kiri) bersama Ketua TP, PKK Provinsi Gorontalo Gamaria Monoarfa saat melaunching Program One Day One Egg di Desa Ibarat, Kwandang, Gorontalo Utara, Selasa (11/10/2022). Fadly.

60DTK, Gorontalo – Kabupaten Gorontalo Utara mulai menjalankan Program One Day One Egg. Program TP. PKK Provinsi Gorontalo ini mulai berjalan di Desa Ibarat, Kecamatan Kwandang.

Secara remsi, Hamka Hendra Noer melaunching Program One Day One Egg di Lapangan Ilangata, Selasa (11/10/2022).

Bacaan Lainnya

Dalam arahannya, Hamka mengatakan Desa Ibarat menjadi salah satu project karena tingkat stunting cukup tinggi.

“Untuk bisa melihat penurunan yang signifikan, Ibarat ini menjadi salah satu project karena dari data yang ada, tingkat stunting di desa ini agak lumayan tinggi,” jelas Hamka.

Upaya penurunan stunting ini lanjut Hamka, pihaknya telah menempuh langkah-langkah strategis. Antara lain membentuk tim perecepatan stunting, alokasi anggaran dan lain sebagainya.

Di samping itu, Hamka juga mengapresiasi B2SA yang merupakan pilot project penurunan stunting di Gorontalo Utara dengan angka prevelensi mencapai 29,6 persen.

Hamka berharap, ke depan kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung. Tidak hanya di Gorontalo Utara, melainkan juga di Kabupaten dan Kota di Gorontalo.

“Kami sangat support karena memang pengembangan sumber daya manusia menentukan masa depan daerah kita juga. Anak-anak kita ini 5 – 10 tahun mendatang akan menjadi wajah pemerintah dan rakyat Gorontalo,” imbuh Hamka.

Sementara itu Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Badan Pangan Nasional RI, Rinna Syawal mengajak masyarakat merubah pola konsumsi pangan.

Rinna menyontohkan, pemenuhan kebutuhan karbohidrat tidak harus berasal dari nasi. Namun, juga bisa diganti dengan jagung, ubi kayu serta sagu.

“Saat ini kita cenderung makan hanya pada satu atau dua jenis makanan, padahal potensi makanan itu banyak di Indonesia. Yang namanya sumber karbohidrat itu bisa sampai tujuh jenis, kita taunya hanya nasi. Sekarang saatnya kita mengoptimalkan potensi itu,” jelas Rinna. (ksm/rls)

Pos terkait