Harga Jual Minyak Goreng di Gorontalo Masih Tinggi

  • Whatsapp
Minyak goreng yang dijual salah satu pedagang di Pasar Shopping Center Limboto, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kabupaten Gorontalo –Sejumlah pedagang di Pasar Shopping Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, masih menjual minyak goreng dengan harga rata-rata di atas Rp20.000 per liter, Kamis (20/01/2022).

Dari pantauan awak media, minyak goreng kemasan merek bimoli spesial dibanderol dengan harga Rp23.000 per liter. Untuk bimoli biasa ukuran satu liter Rp22.000 dan Rp 43.000 ukuran dua liter.

Sementara untuk kemasan merek sedaap dijual Rp23.000 per liter. Adapun minyak goreng curah ukuran satu kilo gram seharga Rp21.000, sedangkan ukuran satu botol aqua besar senilai Rp29.000 dan botol aqua kecil Rp13.000.

Minyak goreng yang dijual salah satu pedagang di Pasar Shopping Center Limboto, Kabupaten Gorontalo. (Foto: Andi 60dtk)

Jika dilihat, harga pasaran minyak goreng ini masih mahal. Sebabnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan RI sudah menetapkan minyak goreng kemasan premium maupun sederhana mulai dari ukuran satu sampai 25 liter harus dijual dengan harga Rp14.000 per liter.

Kebijakan subsidi tersebut berlaku di seluruh wilayah Indonesia terhitung sejak 19 Januari 2022 sampai enam bulan ke depan.

Mince Potutu (53), salah satu pedagang yang ditemui awak media mengaku bahwa dirinya telah mendapat informasi terkait penetapan harga minyak goreng tersebut. Akan tetapi Ia belum bisa mengikutinya, dengan alasan masih sempat membeli stok barang dengan harga yang mahal.

“Saya masih sempat membeli yang mahal. Untuk kemasan yang merek sedaap itu saya beli harga Rp21.500 dan bimoli biasa dua liter itu Rp41.500, saya hanya untung Rp1.500. Kalau yang curah, saya beli itu per galon masih Rp383.000,” jelas Mince.

Mince mengatakan, harga jual yang Ia tetapkan didasarkan dengan harga pembelian. Jika Ia langsung mengikuti ketetapan yang ada, dirinya tidak mendapat untung dan justru akan merugi.

“Saya siap menurunkan harga jual kalau stok yang ada ini sudah habis dan saat pengambilan harganya juga sudah turun,” tandasnya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Pasar dan Perdagangan Kabupaten Gorontalo, Rahmanto Lahili mengaku, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo dalam waktu dekat.

Sebabnya, penyesuaian harga minyak goreng di pasar tradisional diberi waktu paling lambat satu pekan sejak penetapan kebijakan.

“Ketika dalam satu pekan ini stok minyak goreng yang ada di distributor atau pedagang belum habis, kita akan cari solusi bagaimana penanganannya. Kita segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Gorontalo,” aku Rahmanto Lahili.

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait