Jamil Massa dan Puisinya Yang Sarat Makna

Review buku Jamil Massa : Pemanggil Air dari @nikhenmoko

660DTK-BOOKREVIEW – Puisi. Ruang terbatas tapi luas untuk melakukan sejumlah kerja pikir dan kerja rasa. Dalam puisi kita mengingat, mengenang, merenung, meratap, menggugat, meracau, menertawakan, menyederhanakan, merumitkan, memanggil, dan mengusik.

Jamil Massa adalah salah seorang sastrawan dan penyair kelahiran 14 Maret 1985 asli Gorontalo yang dikenal melalui karya – karyanya berupa cerita pendek, esai, dan berbagai puisi yang dipublikasikan melalui sejumlah surat kabar.

Surat kabar itu di antaranya Harian Fajar, Tribun Timur, Jurnal Tanggomo, Jurnal Santarang, Jurnal Sastra, Suara NTB, Indopos, Gorontalo Post, Riau Pos, Koran Tempo, hingga Kompas.

Baca juga book review lainnya : Cinta Itu Benar Dan Manis Adanya

Beberapa perhelatan sastra berskala nasional maupun internasional pun pernah mengundangnya, salah satunya Makassar International Writers Festival (MIWF) di tahun 2013 dan 2018.

Dalam buku ini, Jamil Massa menyuguhkan puisi – puisinya yang sarat makna. Gorontalo pun jadi latar utama sebagian besar puisinya, seperti puisi berjudul Pemanggil Air yang mengisahkan bagaimana terbentuknya Danau Limboto.

Jika kita membaca buku kumpulan puisi yang terbit di tahun 2017 ini, kita akan sadar betapa Jamil Massa sangat pandai memadukan kata – kata. Puisi – puisinya sebagian mengharukan, sebagian menakutkan. Hingga buku ini menjadi indah dan menakutkan.

Terlepas dari itu, rasa romansa tetap tak luput. Salah satu kutipan di Puisi 17 jadi buktinya :

..Katakan padanya untuk berhenti menunggu,
berhenti merindu
Sebab musim cinta telah habis
dan sepasang manusia tak perlu berkata-kata
untuk memahami mengapa mereka bisa saling jatuh cinta tiba-tiba..

 

.

Judul : Pemanggil Air – Kumpulan Puisi
Penulis : Jamil Massa
Penerbit : BASABASI
Tahun Terbit : 2017
Ketebalan : 112 halaman
ISBN : 978-602-391-339-8

Comments are closed.